For what i feel, what i see, what i hear, what i dream of, what i used to be, what i would be. Here i am. Just take a deep breath, then read!

Showing posts with label CURHAT?. Show all posts
Showing posts with label CURHAT?. Show all posts

Wednesday, September 05, 2012

#30harilagukubercerita

Oke, ini tentang #30harilagukubercerita ..

Setelah gagal dengan proyek-proyek sebelumnya (dengan alasan males nulis blablabla), gue tertarik (lagi) dengan proyek ini. Mainstream sih kelihatannya, but who do cares? Hihihi.. Gue nulis buat kepuasan pribadi kok. Blogwalking for a while, dan gue menemukan beberapa posts disana, dimana mereka tersebut ikut memeriahkan proyek #30harilagukubercerita ini..

Proyek ini mengharuskan kita untuk mengirimkan satu cerita atas satu lagu setiap 3 hari sekali.. Nah, lebih lengkapnya coba lihat disini deh.

Nah, untuk gue yang akun twitter nya berhuruf depan 't', maka postingan gue harus disampaikan ke tukang pos @ekaotto dengan tanggal posting 2, 5, 8, 11, 14, 17, 20, 23, 26, 29, yang kalau di total, artinya akan ada 10 cerita lagu yang dihasilkan dalam sebulan ini. Lebih dari itu? Silahkaaaan, tapi tetep yang dikirim ya sesuai dengan tanggal itu aja..


Tertarik? Yuk lah, join!



Semoga bisa berhasil sampai akhir. :D
Read More

Monday, August 27, 2012

Jakarta yang menderu!

Pagi ini, kembali lagi memulai rutinitas yang hampir sebulan gak dilakukan... sumpel-sumpelan di kereta. Horeeeee~  Ternyata jalanan pagi ini agak melenceng dari dugaan. Dugaan gue hari kemarin-kemarin kan ya, udah males aja ngebayangin hari Senin yang bakalan super macet cet cet karena para pemudik udah pada balik, dan masuk kantor. Tapi pagi ini, jalanan ternyata ramai lancar aja kok. :)

Pagi ini gue berangkat jam tujuh teng dari rumah. Agak melenceng dari jadwal sih, karena awalnya gue berencana mau berangkat jam setengah tujuh supaya bisa ngejar kereta yang jam 7 kurang 20. Blah! Nyampe Stasiun Klender Baru, kereta gue pas banget dateng. Gue lari tergopoh-gopoh beli tiket dan kemudian masuk ke gerbong. Baam! Gerbongnya penuh bener cyiiiin, gue masih gelayutan di pintu, berharap gue bisa masuk. Gue udah dorong-dorongan, tetep aja badan gue kagak bisa masuk. Omamaa, opapaaa.. Kalo gue gak naik kereta ini, gue bakal telat karena kereta selanjutnya baru dateng setengah 8. Eeeeh, syukurnya si petugas peron ngedorong badan gue masuk ke gerbong. Sakit coy, tapi untungnya, gue jadi bisa selamat di dalam gerbong meskipun nyaris kegencet pintu. Hihihi...

Selamatlah gue sampai Manggarai. Eits, belum selesai. Gue turun di Manggarai untuk transit kereta ke Sudirman. Eh, ternyata nasib gak lebih baik di kereta ini. Same aje, malah lebih parah, kesumpel sana-sini. Hahahaha.. Ada adegan yang gak hampir gak lulus sensor sebenernya yang pengen gue ceritain, tapi enggak ah. Gak enak. :D

Yaaah, gitu deh tinggal di Jakarta. Keras hidupnya, tapi so far, masih tahan banting kok gue ngadepinnya. Itu baru gue, belum orang lain yang nasibnya lebih parah dari gue, apa kabar ya? Yang mesti bangun sebelum ayam berkokok, musti sikut-sikutan di pasar jualin barang dagangannya. Yang ini lah, itu lah. Gue sih masih dalam kategori enak, nyampe kantor, keringat langsung kering karena pendingin ruangan yang luar biasa itu. Minum udah disediain di meja, sarapan juga. Yang lain? Noh, liat supir plus kenek metromini yang seharian kayaknya hidupnya brutal-brutalan di jalanan. Itu kali ya sebabnya mereka gampang banget emosian. Udah panas terik, hidupnya deket mesin yang menderu-deru. Senggol dikit, bacok! Hahaha.

Intinya sih, gue lagi ngelatih diri gue buat tetap selalu bersyukur dalam hal sekecil apapun. Cara paling gampangnya ya gak ngeluh. Titik.


Easy to say sometimes isn't easy to do, no?
Read More

Friday, August 24, 2012

Apreasi terhadap karya anak negeri

Lo udah nonton Perahu Kertas, Re? Gue belum nonton, dan gak mau nonton. Abis, film Indonesia gak ada yang baguis drama semua!! Gak doyan gue film Indonesia!

Kenapa sih? Kenapa banyak orang yang terlalu underestimate sama film buatan Indonesia. Kenapa coba? Lo tinggal di Indonesia, tapi sedikitpun gak ada apreasiasi lo terhadap negara ini di bidang film. Gak cuma kali ini gue ketemu orang yang anti-film-indonesia. Alasannya? Ya, karena buatan Indonesia itu terlalu drama dan dibuat-buat. Kalau yang ada sekarang aja gak didukung, gimana perfilman Indonesia mau makin maju?

Beberapa kali gue ketemu sama orang-orang macam gini, gak mau nonton film Indonesia, apapun itu. Kalau film horor, slapstick, komedi-seks, dan semacamnya sih, gue akuin gue juga gak memberikan apresiasi lebih. Tapi, kalau film-film lain yang nyata-nyata nunjukin ke-Indonesia-an-nya kayak Naga Bonar, Merantau,  dan film-film lain yang berlatar geografis Indonesia yang keren banget itu, masa iya gak ditonton juga? Atau film-film yang bertemakan patriotisme, masa gak diminati juga? Toh, kualitas film-film tersebut diatas gak sejelek itu kok. Yang gitu-gitu, gara-gara persepsi mereka yang sebelah mata terhadap karya anak Indonesia ini, yang bikin mereka kehilangan kesempatan untuk menikmati karya-karya yang berkualitas.

Coba kalau film-film luar negeri, belum tayangpun, mereka sudah memuja-muja. Saya akui, beberapa film mancanegara memang produksinya patut diacungi jempol. Tapi, bukan lantas saya menutup mata terhadap film-film lokal. Saya ini penikmat film. Bagi saya, film itu tujuannya hiburan dan refleksi hidup, sehingga saya terbuka dengan segala jenis film, tentunya yang masih menjunjung moral dan mendidik ya. Kalau produksi mancanegara selalu kita elu-elukan, kita dukung sedemikian rupa dengan berbondong-bondong antri tiketnya di bioskop, makin majulah mereka. Lah, kalau film lokal? Gimana mau maju, kalau orang yang meng-apresiasi-nya juga cuma bisa dihitung pake jari?

Memang sih, dewasa ini, makin marak film-film lokal yang anonoh. Pamer tubuh sana-sini, terlalu mengekspos setan-setan yang sesungguhnya juga kita gak tahu keberada(nyata)annya. Ngapain coba bikin yang kayak gitu? Coba bayangin, gimana kalau anak-anak mereka-si-tim-produksi-film nonton? Anak-anak belia jaman sekarang kan gampang banget terpengaruh. Jangankan anak remaja, yang udah tua aja, yang notabene-nya udah tahu mana yang baik dan yang buruk, tetep aja tuh gak bisa nge-filter perilaku. Buktinya, lihat, gak sedikit kan yang diberitakan di media massa tentang kakek/bapak/ibu/paman yang ngeseks sama cucu/anak/ponakan-nya. Yang begini ini, emang gak perlu di apresiasi.

Di bawah ini adalah 10 film Indonesia dengan jumlah penonton terbanyak di 2011, diambil dari sini.

  1. Surat Kecil Untuk Tuhan (748.842)
  2. Arwah Goyang Karawang (727.540)
  3. Get Married 3 (563.942)
  4. Tanda Tanya (552.612)
  5. Di Bawah Lindungan Ka’bah (520.267)
  6. Purple Love (503.133)
  7. Tendangan dari Langit (491.077)
  8. Catatan Harian Si Boy (450.000)
  9. Kuntilanak Kesurupan (446.718)
  10. Ada Apa dengan Pocong (417.380)

Kalau bukan kita yang ngedukung karya-karya anak negeri, terus siapa lagi yang mau diharapkan? 
Read More

Friday, August 17, 2012

Sorry, i unrespect you!

So, after all this time...

Siapa yang anak kecil, siapa yang orang dewasa?

Saya lebih  memilih sebagai seorang anak kecil yang nyata-nyata enggak tahu apa-apa, ketimbang jadi orang dewasa yang.. well, sorry to say this. Sama sekali tidak ada niatan untuk menghakimi, menyalahkan, atau menyudutkan siapapun. Tapi, karena saya memiliki telinga untuk mendengar, otak untuk berpikir, dan puji Tuhan saya dianugerahi mulut untuk berbicara. Itulah mengapa saya berkomentar.

Saya tidak akan berkomentar, sepanjang jalannya sesuai dengan akal sehat saya. Tapi ini? Mohon maaf, kita tak sejalan.

"orang bego doank, mbak, yang gak tau kalo panorama travel itu emang mahal, apalagi high season begini. bukannya sombong, seandainya kalian pada nanya ke gue tentang hal ini, gue sangat bisa membantu. lo gak tau kan gue punya link sana-sini untuk ngurusin dari lo berangkat, pesawat lo, penginapan lo, acara lo,sampe lo balik ke jkt lagi. gak mau nanyaa siiih."

Kalo sampe akhirnya saya mengeluarkan pernyataan itu, tandanya sya sudah gerah. Masak, nyiapin begitu doank gak beres? Mau protes? Silahkan! Mau bilang "emangnya gampang ngurusin beginian? nih, coba lo yang ngurusin!" ? Akan saya terima tawarannya. Seenggaknya, saya melakukan ini untuk semua.

Aduh, mohon maaf sebelumnya yaa.. Dengan berat hati saya bilang, saya kurang menghargai kalian. Tapi, kalian tetap rekan saya. :)
Read More

Thursday, August 16, 2012

Lambung. Maag? Lebih dari itu!

Seketika, gue pengen bersyukur sama kehebatan tubuh gue. Yaa, meskipun gak kurus-kurus, malah tambah gemuuk. HIKS! Bukan itu sih poinnya. Gue bangga sama tubuh gue, karena sampai umur 21 tahun ini, gue belum pernah dirawat di rumah sakit. Seharusnya sih, untuk penyakit-penyakit yang pernah gue alami, itu udah ukuran harus-dirawat-di-rumah-sakit. Tapi, enggak buat gue. Emang dasar gue bebal kali ya.

Lambung gue, yang kondisinya udah gak normal lagi, alias luka dan infeksi sana-sini, masih bisa gue lalui tanpa harus dirawat di rumah sakit. Thanks God! Meskipun nahan rasa sakitnya itu luar biasa, bahkan terkadang gue mikir meeeen-gak-ada-yang-lebih-sakit-dari-ini-apa?-die-aja-deh-gue. But, who knows? Me can face it as well (untuk saat ini). Meskipun untuk bertahan, bermacam-macam obat ready stock di meja gue. Silahkan lihat meja kantor gue, dari obat yang harus diminum sejam sebelum makan, pas selesai makan, sampai sejam sesudah makan ada semua. Ada Polysilane, Propect Ambroxol HCI, Colidan, dan beberapa obat lain yang gue gak tau namanya. Dirumah pun di kosan juga nge-stok begituan tuh. Nah, gue-yang-bego-ini, biasanya cuma inget mengkonsumsi obat-obatan itu kalau udah kambuh doank. Bodoh kan? Emang! kebiasaan jelek kok dipelihara sih vel, diobral-obral ke publik lagi. ck!

Pernah suatu waktu di Bandung, lambung gue kumat. Beuh, rasanyaaaaa pengen nangis tak henti, serba salah, sambil ngebodoh-bodohin diri sendiri. Berawal dari pagi-pagi gue sarapan di rumah Pipit sekitar jam 6 an, waktu itu kita makan nasi goreng. Normal-normal aja. Trus selama perjalanan, jam 11 siang kok gue udah merasa lapar. Tapi, karena gak ada tempat makan, akhirnya kalem lah gue. Setengah satu siang, gue dan ketiga lainnya mampirlah ke Cihampelas, makan bakso kocok. Nah, disitu perut gue udah gak perih lagi, udah biasa aja. Makan lah gue yamien pangsit bakso. Jeng jeeeeeng, jam 3 sore, ketika gue berada di Dago Atas, rasaanyaaaa luar biasa. Perut gue bengkak, kayaknya tuh angin banyak masuk ke perut gue, ditambah lambung gue yang lagi luka, rasanya perih banget. Diperlengkap dengan kondisi gue gak bawa jaket padahal disitu dingin banget, dan gak bawa obat apapun. Yihaaaaa! Ooon! Padahal jam 6 mau nonton Mocca. :(

Gak nyaman banget. Dan, itu gue tahan sampe Mocca selesai manggung, sekitar jam 11-an. Keluar dari venue, kita jalan kaki sampe ketemu jalan raya, untuk nyetop taksi. Ihiiiwwwrr, dinginnya gak kukuuu masbro! Nyampe depan jalan raya, si Della Pipit sama temennya Pipit *gue lupa namanya siapa* udah ngobrol lalalili, sementara gue melipir ke pinggiran untuk muntah-muntah. Enak? Engga!

Puyeng banget + lemes banget + dingin banget = Die!

Tapi, disitu gue sok cool aja berasa gak kenapa-kenapa, tengsin juga gue ada mereka, kayak orang penyakitan. Hehehehe

Nyampe di rumah, dinginnya gak kalah seru. Gue lebih memilih masuk kamar, dan selimutan, setelah sebelumnya gue nyeduh teh tawar hangat. Dan, perih itu baru reda di hari Senin siang, ketika gue kembali ke kantor dan merasakan panasnya Jakarta, dan ketemu obat-obat gue. Lumayan ya tiga hari nahan sakit. :D

Yang begini-begini, jangan ditiru loh.
Read More

Thursday, August 09, 2012

Satu: Senang!

Saya nggak tahu kenapa sejak awal Agustus ini, setiap hari saya selalu bangung setengah tujuh pagi, dan tidur setelah jam satu pagi. Dan, selalu, di sekita jam tiga saya terbangun. Apakah gerangan? Saya tidak hendak berpuasa padahal. Dan, di setiap bangun saya tengah malam itu, sepuluh menit pertama saya disibukkan dengan ngobrol sama orang itu di BBM. Orang yang gak tau kapan pulangnya, katanya sih akhir bulan ini. Sebel juga kadang-kadang cuma dikasih harapan palsu, bilang mau pulang, tapi gak pulang-pulang. Lalu, di menit kemudian saya kembali tertidur. Aneh.

Mungkin memang saya terlalu lelah menjalani awal Agustus ini? Ah, biasa saja. Semoga nanti malam, saya bisa tidur pulas ya. :)


Oh iya, belakangan ini saya dibuat penasaran sama orang yang kayaknya sih kerja di lantai tujuh. Duh, siapa sih dia? Gemes banget! Dalam artian, bukan suka atau apa ya, cuma emang penasaran aja sama dia. Gak penting, kan? :D

Lalu, mengenai perjalanan saya di dua minggu ke depan, sepertinya akan menarik. Philipines, Kuya Jap, Sir Peter, Reese, Cammy, Ate Pre, Kuya Bob! Kangen sekali saya sama mereka. Baik, ganteng, cantik. Pas! Pasti bertanya-tanya, siapa sih nama-nama yang saya sebutkan diatas?
Mereka itu teman-teman saya ketika saya berada di Thailand di 2009 lalu. Kami sama-sama tergabung dalam ASEAN Youth Cultural Forum. Nah, awalnya disitu, kemudian berlanjut chatting, email, facebook, dst. Dulu, pas kontingen kami (Indonesia) dan mereka (Filipina) berpisah di bandara Suvarnabhumi, dia bilang gini :

Japeth : O, see you on facebook, Velofa! Ha, i'll question you to come to my place, someday.

Gue : *agak sedih sih* Well, Jap. I do believe we'll meet again, someday. Invite me!


Kita closed banget padahal ya baru seminggu kenal, hahaha. Nah, bener aja kan, gue balik lagi ke Filipina cuma buat anak-anak itu (sekalian jalan-jalan sih). Orang jahat mana sih yang mau beliin gue tiket PP dan ngasih gue tumpangan (we'll see) selama gue disana?


Mari deh kita lihat di akhir Agustus, tulisan kayak apa yang bakal gue posting terkait perjalanan ini.


Lainnya, gue gapunya duit lagi. Gajian masih lama ya?



*cek kalender* *cek dompet*


NIHIL!
Read More

Monday, July 23, 2012

Stereotype-an banget sih..

Stereotype itu susah yah ngilangin nya. Misal, sekali kita ketemu sama orang yang jahat, sebaik apapun itu orang, pasti yang keingetan di kepala ya yang jahatnya. Sekali kita ketemu sama orang yang doyan makan, se gak mood apapun dia untuk makan, tetep aja dia si-doyan-makan. Sekali kita ketemu sama orang caper, mau dia ngapain aja, pasti kita ngejudge nya dia caper.

Makanya, berusaha lah untuk menciptakan perilaku baik di kali pertama kita jumpa. :)
Read More

Thursday, July 19, 2012

Popped up..

So, can somebody tell me how to get things back the way they used to be?
Read More

Friday, July 13, 2012

Judulnya : Nano-nano!

For some reasons, i dunno exactly what is between us. 

Semua yang diarahkan kepada gue, cuma bisa gue senyumin. Gue, kalau ditanya kenapa juga jawabannya gak tau. Gak pernah juga gue tanya langsung apa ini namanya, karena di gue ini prinsipnya adalah main-main. Yang namanya main, menang bagus, kalah juga gapapa, yang penting senang-senang. Terserah mau kasih judul apa, main api kek, main air kek, main tanah kek. Duh, untungnya gue masih tau sampe batas mana gue harus berhenti. Nih, ini aja udah mulai jauh-tapi-dekat-gapake-bayar-2000, tapi curi-curi kesempatan mah tetep. :D

Bosan sih emang. Gak bisa bergerak lebih dari itu. Yang lain? Masih ada, tapi enggak untuk yang satu itu, orang-yang-duduk-di-depan-gue-yang-lebih-baik-gausah-disebut-namanya. Untuk ukuran becanda, itu udah masuk taraf cukup (lebih tepatnya sangat) mengganggu.

Shit! I really deeply loathe you, man! Sorry to say, tapi emang ASLI lo ganggu abis. More than annoying, i don't know how to name it. Bisa gak sih, lo pindah aja gitu sana ke dalam, ke ruangan dimana seharusnya lo ada. Yang penting jangan disini, jangan di depan gue. DAFUQ~

 Jadi, siapapun deh mau ngecengin gue sama siapa, silahkan. Asal enggak sama yang satu itu. Help me to lessen this abhorrence.
Read More

Tuesday, June 26, 2012

random sebelum pulang kantor (1)

Aduuuh emaaaak...

Bulan ini, pengeluaran saya luar biasa besarnyaa. Terus apa kabar dong tabungan gue buat ke 'itu' tahun depan? Huuftness banget ini mah.

Tahun ini aja, hmm, kalo dipikir-pikir, bakalan banyak banyak banyak banget pengeluaran. Bakalan banyak destinasi yang dituju, yang pastinya butuh duit juga, gratis-gak gratis. Agustus, September, Desember. Kyaaaaaww~


Makasih banget ya, Tuhaan, saya dikasih kerjaan tetap yang enak-gak enak, tapi cukup bikin saya nyaman, meskipun ada juga nggak nyamannya (ahelah labil)

Eh, aduh. Hobi jalan-jalan gue ini masih terhambat sama kuliah guee. Grrrr, cepetan kek selesai kuliahnya, biar jadwalnya kosong. Huuuuffffft!
Read More

Thursday, May 31, 2012

I was born to be..

Banyak yang udah bilang langsung ke gue, dan memang gue sering mengalami ini beberapa kali :

Lo harus nekat, karena lo itu nekat. Gue pengen kayak lo, nekat dan berani. Dan, buktinya hasilnya gak nihil. Lo keren, Vel!


Bangga? Iya, tapi enggak juga sih. Hidup emang butuh perjuangan, dan kadang pujian. But, this is what i am with all imperfections. Above all, i admit that....




I was born to be indipendent!
Read More

Tuesday, May 29, 2012

Tentang hidup dan keluarga

Ada hal-hal di dalam dunia yang memang mutlak terjadi:
1) Kehidupan
2) Kematian

Kita tidak bisa minta kehidupan, karena memang hidup ini dikasih dengan cuma-cuma sama Tuhan, begitu juga kematian. Ya, meskipun ada beberapa yang secara sengaja ada percobaan bunuh diri, kalo Tuhan gak ngijinin dia untuk pergi, dia akan tetap hidup. Sebaliknya, kalau Tuhan bilang sekarang, mau sesehat apapun orang itu, ya hilang aja gitu nyawanya.

Gue, secara jujur, takut dengan kematian. Bukan karena apa, tapi karena gue gak siap ditinggal dan meninggalkan. Makin banyak orang sekitaran gue be'pergi'an, bikin gue makin sadar kalau emang lambat laun gue pun harus mengalami hal itu. Pertanyaannya, kapan? Itulah, yang gabisa terjawab sama siapapun. See? Kedua hal diatas memang mutlak terjadi, tapi kalau ditanya kapan.. no one knows.

Gue pernah berpikir, bagaimana gue meninggal nanti? Apakah sebelumnya gue akan sakit keras? Atau gue mengalami kecelakaan fatal? Atau bagaimana? Above all, i worried about my family. Gimana mereka nanti? Gue pernah mimpi, ayah gue meninggal. He leave me alone. Gue masih inget isak tangis gue saat itu. Itu kayak nyata. Dari 5 anggota keluarga, cuma ayah doank yang sering gue mimpiin meninggal.

Nah, di mimpi aja, gue se-gak-mampu itu ditinggalin ayah, apalagi di dunia nyata. Gue adalah orang yang paling gak siap dengan perpisahan, cupu banget emang.

Hal simpelnya, Sabtu kemarin, orang tua gue mampir ke kosan. Jam 11 malam, mereka baru pulang dari kosan gue. Ada rasa 'nyes' ketika mereka masuk mobil, dan perlahan meninggalkan kosan gue. Dan, nangis aja gitu gue. Yaah, cupu banget, padahal cuma ditinggal gitu doank. Apalagi kalau mereka udah gak ada?

Belakangan ini, gue mulai mikir untuk sering sering ngeluangin waktu buat keluarga gue. Semua keluarga gue udah sering banget ngecengin gue karena sibuk sana sibuk sini. Sedih rasanya. Lebih sedih lagi, pas gue sadar, kenyataan bahwa gue jarang ada waktu untuk keluarga itu benar. Gue ketinggalan hal-hal mereka. Anak macam apa?

Tapi, sekarang gue berusaha untuk itu. Meskipun ada hal-hal yang kadang-kadang harus gue korbankan demi waktu bersama keluarga. Sempat beberapa kali gue berantem sama Rina karena kesibukan gue, karena gue gak pernah ada waktu untuk dia, karena gue terlalu sibuk bla bla bla. Gue gabisa ngebantah apa-apa. Sama halnya kayak Joshua, walaupun begitu ini anak satu lebih bijak dan lebih mengerti gue.

Berangkat dari situ, kayaknya selesai Juli ini, gue mau hijrah dari Depok. Gue mau balik ke muasal gue. Berat sih, ninggalinnya, karena nanti harus bolak-balik Jakarta-Depok. Tapi, kalau nggak gitu, nggak akan pernah selesai masalahnya. Gue sadar, ritme hidup gue cepat banget. Mobilitasnya tinggi, tapi, bukan berarti waktu untuk keluarga hilang kan?

Gue hidup cuma sekali. Kayak gue bilang di awal. Gak akan pernah tahu, kapan seseorang akan hidup, dan sampai berapa lama dia bertahan. Mumpung masih ada waktu.





Rasa-rasanya kalau begini, gue pengen mengurungkan niat untuk kuliah di luar. -__-
Read More

Saturday, March 03, 2012

Dios, ayuda a sus hijos..

Hello Saturday night, we meet again!

It has been a week since I'll Divo concert-which-i-didn't-attend, you know what? Lots of things fight in my mind back then. Life stuffs, school stuffs, office stuffs, other stuffs. Everything has their own part in this mind. Kill me then lah, too many things, but thanks God, it means I still alive. Many stories I would share, but let us focused on what happen today first.

What I have planned today :
I wake up at 7, then having a bath. Dressed up and catch my presentation at 9 am at campuss. After that, having my laboratoy class at 1 pm, and followed by Manajemen Investasi class at 3 pm. When it all finished, preparing to go to Java Jazz Festival, meet up with Aa Pepenk. At late night,we go back to Bandung, cause tomorrow I'll have my performance at Balai Kota Bandung. It sounds well, anyway. You may ask, won't you come to Hoki and join with other committee, Vel? Yeah, I said no. I'll be still at there till 6 o'clock, right after that, I'll catch JIExpo.


But, you know what's the fact?

I wake up LATE in the morning, eight thirty am. I've been woken up by Arif, thanks anyway, Rif! Yeah, then having a bath, and I've arrived at campus at nine thirty. Gotcha! I've had my presentation at 11 am, finished class at 1 pm. Didn't attend my laboratory class, I went to hoki. Yeah, I was at hoki till magrib. DANG!! I have just remembered that I lose my Manajemen Investasi class at 3 pm. Huhuhu..
And, I thought twice to come to JIExpo. Why? I don't know, I have no mood suddenly. So many things happened at hoki today changed my mood a lot. Instead of that all of my office-mates were already at the venue. They have asked me whether I come or not, yet I said yes. Aa have also arrived. Fyuh! So bad mood, I decided to not go, yet my mom called me and asked to be at home tonight, cause we'll have some things tommorrow. Okay, everything's broken! I cancelled and missed everything, I decided to not go to Bandung, means that I will lose my performance tomorrow. Then, now, I walked my home alone. I have no friend, cause Joddy prefer to stay at kosan tonight. And there's no other who can accompanying me home. Yes, it's so okay!!!


Diary,

Do you know that I am so sad? Do you know that many things in my mind that trying to kill me? I really want to share with you, but I don't know how to start. Do you know I am personally 'galau'? Yep, I am galau.
No. No. You might think that it's all about love, isn't it? Hahahhaha.. You did wrong, dude!
I myself really feel uncomfort lately. You know that all of my subjects at school are the funniest I ever had, I hardly breath they made. Practically, I am too much, my job really needs me to do more than I give now, and don't forget that I am still having job at that unit. Lucky me, yesh!!

Diary,

No. I didn't regret it. I thank God of it. Thank God I am still alive until now. But, could you yourself help me to solve these matters in hand?
Read More

Friday, February 24, 2012

Nunga loja au, o Tuhan..

Nunga loja au o Tuhan di si ulubalang ari
Naeng tumibu au pajumpang rap dohot Ho di surgo i
Nunga bot mata ni ari, lam jonok nang ajalhi
Nunga loja au o Tuhan rade ma baen ingananki.

(Aku sudah lelah, ya Tuhan, di hari yang panas terik
Aku ingin cepat bertemu denganMu di sorga
Hari sudah gelap tanda ajalku sudah dekat
Aku sudah lelah ya Tuhan, sediakanlah tempat kediamanku)


Nang pe naung hudai hubolus hamoraon, hagabeon
songon ombun na mamolus sude do tinggal ambolong
Aha na tarboan ahu lobi sian uloshi?
Nunga loja au o Tuhan rade ma baen ingananki.


(Walaupun sudah kualami kulewati kekayaan dan kesuburan
seperti embun yang berlalu semua hilang lenyap
Apakah yang bisa kubawa selain dari ulos-ku?
Aku sudah lelah, ya Tuhan, sediakanlah tempat kediamanku)


Lam rambon simalolongku gok nang uban di ulungku
reung nang holi-holingku gale sude pamatangki.
Ndang be sai huparsinta leleng ari-aringki
Nunga loja au o Tuhan, rade ma baen ingananku.

(Mataku semakin kabur kepalaku penuh uban
Tulang-tulangku kering dan seluruh tubuhku lemah.
Tidak lagi kudamba agar lama hari-hari kehidupanku.
Aku sudah lelah, ya Tuhan, sediakanlah tempat kediamanku)



Gak tau kenapa, tiba-tiba kepikiran lagu ini. Pertanda kah? Hahaha. Gue inget waktu ompung boru meninggal, saat itu kaki gue lagi lumpuh, tapi gue paksain ikut ke Medan. Whooaaa, gue sedih kan nih jadinya. Masih kerekam jelas di otak gue, gimana isak nya gue waktu itu. Gimana isaknya mama, yang bikin gue gak sanggup ngeliatnya. Waktu acara kebaktian duka di rumah, gue duduk di samping peti jenazah ompung. Tuhaaan, gak bisa gue bendung perasaan gue saat itu. Tapi, mungkin itu yang terbaik untuk ompung, daripada sakit terus, kasihaan. Tapi, tetep aja, kenapa secepat itu? Beliau sangat membanggakan gue, Setiap telfon dari ompung, beliau selalu nanya gini :

Inang, boha kabar? Nga boha sikolam? Andigan ho wisuda? Molo wisuda ho, paboa ahu da, asa ro ahu to Jakarta. Tangiangkon ahu asa ganjang umurhu, asa boi hita pajumpang di wisudam.

Artinya kira-kira begini :
 "Inang (panggilan untuk anak), apa kabar? Udah gimana sekolahmu? Kapan kamu wisuda? Kalau wisuda nanti, kabari aku ya, supaya datang aku ke Jakarta. Doain aja supaya panjang umur aku, supaya bisa kita ketemu di acara wisudamu"


tes. yah, jatuh deh air matanya, padahal udah ditahan dari tadi


Ompung juga selalu titip pesan ke gue, supa gue selalu patuh sama mama papa, jagain adik-adik, harus rajin pulang ke rumah. Gue juga suka curhat tentang orang-orang yang lagi deket sama gue, tentang MB, tentang kuliah, tentang impian-impian gue, tentang perjalanan gue yang kemana-mana, tentang semuanya.


stooooooooop. udah gak kuat nih. matanya berat air. :(

Ya pokoknya gitu deh. Gue pengen banget ketemu ompung, gue rasa mama juga. Ah, kalo udah inget itu, rasaanyaaaaaa.. :(


Tapi, apa boleh buat, Tuhan sayang banget sama ompung.


Belakangan, gue sering kepikiran ini : Gue pengen cepet-cepet bertemu kalian semua di sorga. Tuhan, siapin tempat buat saya, ya! 

Oh iya, satu yang pengen Vero sampein. Pung, Vero sebentar lagi lulus, pung. Ompung nanti liat yah, nanti Vero kasih tau. Maaf, Vero jarang banget pulang ke rumah, pung. Hehehe, Vero juga udah jarang telfon ompung doli. Kemarin ompung doli baru pulang dari rumah sakit aja, Vero gak nelfon. Waktu Natal dan Tahun Baru kemarin, Vero gak ikut pulang kampung, jadi gak bisa ketemu ompung doli. Bilangin ke ompung doli, jangan sakit-sakitan mulu, katanya mau dateng ke wisuda Vero nanti, gimana bisa kalo sakit-sakitan begitu? Pung, kangen bangeeeeeet, pengen ngobrol. :(
Read More

Thursday, February 23, 2012

yang terasa semalam..

Apa yang saya rasakan tadi malam cukup buat saya ngeri..


Bisa dikatakan saya hampir mati tadi malam. Mati dalam artian sesungguhnya, yakni meninggal. Terlalu dini sih untuk menyimpulkan hal tersebut, tapi setelah browsing yang saya lakukan sesiangan ini, akhirnya saya bisa menyimpulkan hal itu. Ya, tengah malam tadi sekitar jam 2-an, ketika saya sedang rebahan di tempat tidur, tiba-tiba dada saya terasa nyeri. Sangat nyeri, menyebabkan saya kesulitan bernafas. Saya mencoba untuk menahan rasa sakitnya, dan berusaha menghirup nafas dalam-dalam. Failed. Saya malah makin gabisa nafas. Pandangan sekeliling gelap, kedua tangan saya gemetar. Sekujur tubuh saya kedinginan, dan tetap gabisa nafas. Akhirnya saya memutuskan untuk bernafas melalui mulut. Hahaha, saya merasa seperti sedang tenggelam di lautan lepas, megap-megap karena kehabisan nafas. Kemudian, saya mencoba tidur dengan posisi diagonal. Parahnya, tidak satupun yang sedang bersama saya saat itu, karena kondisinya saya sedang di kamar kosan. Teman sebelah saya pun sedang tidak berada di kamar.

Masih dalam posisi tersebut, saya meraih BB, dan mengirimkan BBM ke Jodi. "Jodi, gabisa nafas!!!", kata saya. Ah, tidak ada tanggapan, BB nya mati kayaknya. Akhirnya saya kirim BBM ke Tepi, yang kemudian tidak berapa lama dibalas olehnya. "At least, ada yang bisa gue kabarin tentang kondisi gue saat ini, jadi kalau entar ternyata gue kenapa-napa, seenggaknya ada yang jadi saksi terakhir", batin saya saat itu. Dan, kejadian ini berlangsung hingga hampir jam 4 pagi. Whooaaa, saya masih bisa bertahan ternyata. Puji Tuhan!!!


Berdasarkan informasi yang saya dapat sesiangan ini, bisa saya simpulkan kalau saya terserang angin duduk (jantung koroner). Terlebih, belakangan ini asam lambung saya memang lagi naik.


Baca ini deh, sepotong cerita yang saya dapat dari situs doktersehat.com



Ah, kenapa jadi (terlihat) penyakitan gini sih? Anw, gett well soon, Re! :)
Read More

Saturday, January 07, 2012

India dan hilang..

Selamat siang!

Beberapa hari ini hujan selalu turun deras. Bersyukur aja untuk itu, tapi plis pas tanggal 20 dan 21 Januari harus terang-benderang dong ya, jangan murung, harus gembira demi kelangsungan MBIC. Duh, jadi inget isu banjir bandang 5 tahunan. Oh iya, siang ini sama seperti siang-siang sebelumnya, kerjaan banyak. Kerjaan apa, Vel? Semua! Kerjaan kantor, iya. Kerjaan MB, juga iya. Kerjaan kuliah? Apalagi! Makanya, hati-hati kalau nyenggol atau bahkan kalo ngobrol sama gue, salah-salah bisa nangis gue. Lagi 'lembek' banget nih.

Rama hari ini ke India. Gue tinggal nunggu cerita aja deh, karena gue akan nyusul ke India November ini, doain ya. Kenapa India? Gak tau! Karena diajak, ngapain nolak! Hehehe. Kalo mau milih, gue juga langsung nyebut kata 'Paris', atau 'New York'. Tapi, sesungguhnya gue masih pengen menjelajah Indonesia dulu! Banyak yang belum dikunjungi. Gue belum tau Flores kaya apa, bentuknya Timika kaya apa, masih pengen ke selatan Manado, Sumbawa juga gue gak tau. Aaaa, pengen jadi life-time traveler deh, if I could. Emang sih, gaji 5 bulan bisa abis ludes cuma buat 2 minggu di Paris, atau bisa buat keliling Indonesia. Tapi ya tapi, itu gak masalah, yang penting pengalamannya. Banyak banget nih, list destinasi gue masih penuh. Ha, sabar-sabar yang jadi pacar atau suami gue nanti.

Beberapa hari yang lalu, gue melakukan kebodohan. Pertama, dompet beserta kartu-kartunya hilang..


.


...to be continued
Read More

Tuesday, November 29, 2011

Waktu yang berkualitas, katanya.

Malam itu, di Warung Nyempil Kutek, sepulang kuliah.

Dia : Kasian ya, yang jadi cewek gue, kalo seandainya gue punya cewek.
Gue : Kenapa?
Dia : Pasti bakal ngomel-ngomel mulu, karena gue sibuk banget.
Gue : Makanya cari yang se profesi donk. Anak MB kan banyak.
Dia : Tetep aja, Vel. Pasti bakal punya agenda sendiri-sendiri. Apalagi kalo dia pasukan, gak bakal ketemu juga waktunya.
Gue : Yaudah, cari yang pengurus aja. :)
Dia : Biar punya banyak quality time kaya gini ya? :)


----------------
Read More
Written by tvelofas. Powered by Blogger.

© Je Suis Moi ♥♥, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena