For what i feel, what i see, what i hear, what i dream of, what i used to be, what i would be. Here i am. Just take a deep breath, then read!

Showing posts with label THIS IS WHAT I CALLED PASSION. Show all posts
Showing posts with label THIS IS WHAT I CALLED PASSION. Show all posts

Saturday, June 06, 2015

Rutinitas mengubah rutinitas

Hampir semua orang di belahan dunia ini pasti memiliki aktivitas yang dilakukan berulang dalam jangka waktu teratur. Misalnya, bangun di jam 5 subuh, atau ngopi sambil baca koran sebelum beraktivitas, tidur sebelum jam 11 malam, atau hal lainnya yang memang kita lakukan di hampir setiap harinya. Hal tersebut, atau mungkin hal-hal kecil lain yang kita lakukan secara berulang bahka secara autopilot hampir bekerja dibawah alam sadar kita, telah mendesain (atau didesain?) sedemikian rupa sehingga membentuk sebuah rutinitas dalam keseharian kita. Masih segar dalam ingatan saya bagaimana dulu ayah saya mendidik saya untuk bisa bersikap disiplin, salah satunya dengan mengajak saya menyusun seluruh agenda saya dan menerapkannya seketat mungkin. Beliau meminta saya untuk membuat sendiri jadwal saya setiap harinya mulai pukul 00.00-24.00, dan mewajibkan saya menaati jadwal itu sedisiplin mungkin. Disitu saya berpikir kenapa tidak beliau buatkan saja sendiri, lalu saya tinggal menjalankannya? Bukankah lebih mudah untuk memerintahkan saya melakukan hal tersebut?

But hey, the easy way isn't always the better way. Saya sadar, beliau sedang membantu saya membangun rutinitas saya sendiri. Beliau tidak pernah secara langsung menyuruh saya untuk selalu bangun jam 5 pagi, atau tidur siang di pukul 2, atau bermain di pukul 4, bahkan tidak pernah menyuruh saya untuk belajar sebegitu giatnya berjam-jam tiap harinya. Saya sendirilah yang membangun agenda itu. Bangun tidur, mandi, sarapan, berangkat sekolah, tidur siang, main, nonton tv, belajar, sampai tidur lagi. Itulah pola hidup saya, pada saat itu. tetapi saya diajar untuk menjadi kreatif dan fleksibel, dengan memasukkan sejumlah kelas kursus dalam agenda saya. 

Apakah sekarang masih sama? Ya tentunya tidak dong. Apa yang menjadi rutinitas kita di 1 atau 3 atau 10 tahun yang lalu, hampir dapat dipastikan tidak akan sama dengan saat ini. 

The rhythm you make keeps you balance. But as the life's spinning, you are required to move.
Kalau dulu hidup sesimpel itu, maka tidak untuk sekarang. Bertambahnya keinginan dan pengetahuan, membuat perbendaharaan aktivitas kita semakin beragam. Dulu waktu masih berseragam sekolah, kegitan saya tidak jauh dari belajar, bermain, ekstrakurikuler, les dan kompetisi. Itu saja terus berulang. Tetapi ketika memasuki bangku perkuliahan, dimana kebebasan adalah mutlak adanya, tidak ada lagi kewajiban menyiapkan setelan pakaian seragam setiap harinya, rutinitas saya sedikit berubah. Mengumpulkan stok pakaian untuk bisa dipadu-padankan saat ke kampus, kerja kelompok, rapat berjam-jam bersama BEM dan/atau UKM adalah hal yang menjadi sangat biasa saya alami. My life changed, I once think. No more playing games, no more rest-taking at noon. Dan hari ini, semua rutinitas itu sudah hampir tidak pernah saya lakukan. Bertambahnya usia menjadikan rutinitas saya hari ini menjadi bertambah (sangat) ekstrim. Olahraga, naik gunung, traveling, adalah agenda saya di tengah-tengah pekerjaan kantor yang membludak. Pada fase ini, cara paradigma saya berubah. I am not changing, I am moving. Saya tetaplah saya, meskipun aktivitas yang saya lakukan berubah ragamnya.

"Lagi sibuk apa nih sekarang?", adalah pertanyaan yang paling umum dilontaran pada percakapan dua orang (atau lebih) apabila sudah lama tidak bertemu. Apapun jawaban dari pertanyaan tersebut pasti akan membentuk opini mereka tentang kita. Rutinitas telah mendeskripsikan kita, secara tidak langsung.

"Lagi sibuk olahraga nih, sama jalan-jalan cari bahan tulisan"

"Ooh, udah gak fokus di musik lagi? I see. Pantesan sekarang hobi banget kemana-mana, mulai diving sampe naik gunung."

Jelas sekali rutinitas telah mengubah rutinitas. Routinity is identity, 
Rutinitas sangat dipengaruhi dari lingkungan dimana seseorang itu berkembang. Tetapi sebagaimanapun rutinitas berubah, bagian yang sulit itu adalah menjadi disiplin strict-to-agenda. Rutinitas yang baik adalah yang terjadwal, bukan hanya yang datang tiba-tiba. Karena rutinitas itu adalah bagian dari bentuk aktualisasi diri, jadi sebaiknya apapun kegiatannya, tetap dijadwalkan seberkala mungkin, agar hidup kita menjadi lebih optimal. 


Read More

Thursday, May 21, 2015

Karena yang kamu lihat, belum tentu apa yang mereka rasa.

Pernah tidak kamu berfikir bahwa orang yang saat ini ada di samping kamu, atau yang ada di depan kamu, yang sedang tertawa lepas, hatinya ternyata sedang berduka? Atau mungkin orang yang kamu temui murung sepanjang hari, ternyata dia sedang diliputi kebahagiaan namun sulit untuk mengekspresikannya?

Saya pernah. Sering lebih tepatnya. Saya sering mengamati keadaan sekitar saya. Ekspresi orang-orang di sekililing saya dan situasi yang sedang terjadi. Saya senang menganalisis apa yang kira-kira sedang terjadi, apa yang kira-kira sedang mereka rasakan. Banyak orang yang begitu ekspresif, tetapi tidak sedikit orang yang mampu menyimpan perasaannya. Bahagia, padahal luka. Cemberut, padahal diam-diam suka. Menarik, kan?

Ekspresi wajah, bagi sebagian orang adalah hal yang penting dan menarik untuk disimak. Mengapa?

Kebanyakan mimik itu menandakan perasaan yang sedang dialami. Hal ini lah yang menjadi indikator seseorang untuk menilai orang lain dan menjadi penentu bagaimana harus bersikap. Nah, yang menarik bagi saya adalah belakangan ini banyak mereka-mereka yang sedang berakting menutupi perasaan mereka. Mengenali apa yang sebenarnya mereka alami itu menjadi poin tersendiri untuk saya. Seperti membaca luka dibalik tawa, bimbang dibalik riang, peduli dibalik angkuh. Inilah yang menuntut saya untuk lebih peka, sehingga pada akhirnya secara refleks saya sering menganalisis manusia. Seperti yang pernah saya sampaikan sebelumnya bahwa saya sangat tertarik dengan manusia. Manusia itu adalah makhluk yang sangat sensitif, makanya analisis lah yang membantu saya menyikapi mereka.

Kenalilah duniamu. :)

Read More

Friday, May 17, 2013

Travelling teaches us lot!

"Hey, Mister. How are you? Can we take picture?"

Yeah, that's a common thing you find from Jakartans when they meet foreigners. Some do that, some not. When I'm with my friends at Kota Tua last night (I use last night because the date has already changed, though it happened just few hours ago hehe), so many people calling at him, asking him for something, and bla bla bla.

"Why do they call me 'mister'? Also in Bali, they used to call me 'boss'? They're not working for me, but they call me their boss", once my friend asked me. A funny question. Hahaha.

Ya, this is Indonesia, where people are mostly nice, especially for foreigners. Some of them still taking a look at them, smiling at them. Most of Indonesian are easy-smiling, most of my bule-friends says so. They speaks English better than Thailand, Vietnam, and Cambodia do.

I have just already met my friend few hours ago. He is Canadian, named Maxime Brunelle, who is having round-the-world trip for almost 5 months. Once he's at Vietnam, he find it hard talking to locals. They are not used to speak English well, and also easy to get angry. It also happened in Thailand.

Well, for me, I find it as essence of travelling itself. Travelling teaches us how to deal with people, how to interact with the new one. The way we adapt oursleves among the new situation strengthen us during travelling. The inconviniences things we have during trip sometimes cannot lessen the great moments we feel. 

Travelling allows us to freely analize the trend of the country we visit. Sometimes these are lessons that you can't find from any text books. I do believe this : Sometimes it's not about the destination. It is about how we face the time amazingly.

Every traveller has their own way. When travelling, some of them prefer staying at the hostel, while others choose to doing something challenging outside the room, like bungee jumping or etc. Some are looking for culinary, others going to museums. Feel free of doing everything. Yes, that's the key of travelling, being independent.
Read More

Tuesday, April 30, 2013

LessonLearned

IT IS NOT ABOUT THE DESTINATION, IT IS ABOUT HOW TO FACE THE TIME AMAZINGLY!!
Read More

Tuesday, April 23, 2013

Teaser

To Boon Keng, from Dhoby Ghaut. It was so amazing, the memories we've got.

Next to Chung King Mansions, there is a mall. I don't want to mention, i miss you all.


  
:")






#rhyme

 
Read More

Sunday, April 14, 2013

Horoscope dan Traveling – Pisces

Pisces 19 Februari – 20 Maret
Sifat dan karakter
Pisces sangat perasa, beuh! Sangat intuisif dan romantis habis… Hidup (apalagi bercinta) dengan pisces ini seperti naik roller coaster, naik turun dengan cepat dan sangat memacu adrenalin. Pisces selalu melihat bentuk fisik, mudah bosan dan cenderung untuk selalu melihat sisi lain.

Traveling
Bagi seorang Pisces, mengunjungi tempat-tempat romantis adalah sebuah keharusan. Pantai tanpa penghuni dengan pasir putih yang bersih atau gunung dengan hutan pinus rapat membentuk kanopi dengan halimun tipis bisa membuatnya menjadi penyair cinta nomer wahid.
Jangan mengajak Pisces ke tempat ramai, jika terpaksa biarkan dia “wandering around” mengikuti kata hatinya mau melangkah kemana. Pisces lebih suka traveling dengan pasangan, dia bukan solo traveler dan tidak suka dengan traveling yang terjadwal.
Pisces tidak akan pergi lagi ke tempat yang sama untuk kedua kalinya, baginya satu tempat cukup satu kali kecuali ada seseorang yang dia suka ikut serta atau tempat itu memang punya tempat spesial di hatinya.
Tempat yang bisa membuatnya diam berlama-lama adalah Sisi Barat Danau Toba, Takabonerate, Ubud dan Bandung.
Untuk urusan penginapan, Pisces tidak akan rewel dengan semua penginapan di Ubud. Kampung Sampireun juga salah satu tempat favoritnya. Kalau di luar negeri, mungkin Eagle Nest New Zealand atau Ninh Van Bay, Nha Trang-Vietnam.
Jika bepergian ke luar dari Indonesia, tempat favoritnya mungkin adalah New Zealand dengan lembah hijau yang berbatasan dengan gunung saljunya, Venesia dengan gondola dan sungai-sungai romantisnya, Yosemite dengan hutan yang romantis dan kolosal, Santorini dengan kota romantis di bukit yang menghadap ke laut, dan wilayah pegunungan Costarica dengan air terjun dan sungai eksotisnya.
Image
Read More

Horoscope dan Traveling – Aquarius

Berikutnya adalah Aquarius. 20 Januari – 18 Februari

Sifat Dasar
Karakter dasar dari Aquarius adalah jiwa sosial yang tinggi, penuh kejutan dan selalu siap bila dimintain tolong. Sangat peduli dengan nilai-nilai kemanusiaan dan kebenaran. Selalu ingin tampil beda.

Traveling
Kalau saya seorang Aquarius, mungkin saya tidak akan pernah mau kenal yang namanya travel agent. Buat saya, mengurus perjalanan sendiri itu sangat menyenangangkan. Saya akan mencoba traveling dengan berbagai macam sarana transportasi. Mencoba tempat yang mungkin bagi banyak orang beresiko konflik dan mengancam keselamatan jiwa. Saya akan menikmati traveling ke Poso, Ambon, atau perbatasan Timor Leste.
ImageJika membutuhkan volunteer untuk relawan korban meletusnya Gunung Merapi, atau bantuan untuk mencari korban yang tersesat di gunung, saya akan mengiyakan tanpa ba bi bu.
Tempat yang cocok buat saya mungkin adalah Tanjung Puting, Pulau Komodo, Gunung Leuser dan tempat konservasi lainnya. Karena pada prinsipnya, saya ingin memberi lebih pada alam, bukan hanya sekedar traveling. Saya ingin setiap perjalanan saya makna buat alam, terutama buat kemanusaiaan.
Jika ke luar negeri, saya mungkin akan ke Berlin, Serbia, dan sebagian besar negara di Afrika.

Read More

Horoscope dan Traveling – Capricorn

Capricorn 22 Desember – 19 Januari

Sifat dan karakter.
Menurut karakternya, Capricorn adalah orang yang tekun. Berjalan pelan-pelan untuk menaiki tangga kehidupan adalah cirinya. Apabila sudah maju, maka pantang buatnya untuk berhenti, dengan kata lain dia sangat ulet dan sabar. Capricorn sangat mudah mengingat sesuatu dan tidak mudah melepas masa lalu. Itulah sebabnya dia sangat menyukai tradisi dan segala sesuatu yang jadul.

Traveling
Apabila saya menjadi seorang Capricorn, tempat favorit saya kemungkinan adalah Jogjakarta dan Bali. Kedua tempat ini menyimpan banyak sejarah, budaya, dan tradisi yang membuat saya betah berlama-lama mendengar kemegahan cerita masa lalu dan kemudian menghidupkannya dalam bayangan saya sendiri. Saya bisa berjam-jam duduk menyaksikan sendratari Ramayana di pelataran Candi Prambanan atau menyaksikan Tari Legong klasik di sebuah Banjar di Bali, disaat orang lain sudah menguap menahan kantuk. Di Jogja saya mungkin bisa membatik, pekerjaan yang membutuhkan ketekunan dan kesabaran yang luar biasa dan saya yakin bisa menyelesaikan sebuah karya utuh tanpa pupus/ bosan di tengah jalan.
Saya mungkin akan lebih memiliih perjalanan dengan kereta api karena bagi saya melihat sawah dan gunung selama perjalanan itu adalah bagian dari traveling dan sangat menyenangkan.
Untuk urusan hotel, saya mungkin memliih tepat menginap seperti Hotel Tugu di Malang, hotel Majahapit di Surabaya, dan losmen-losmen kecil di mana saja di Ubud.
Kalau ke luar negeri, mungkin saya akan memilih Italia, Inggris, dan mungkin Turki.

Image
Read More

Horoscope dan Traveling – Sagitarius

Sagitarius 22 November – 21 Desember

Sifat Dasar
Sagitarians fisiknya sangat kuat. Dia tidak suka tempat yang “umum” dan selalu mencari manusia lain untuk bersosialisasi. Sedikit suka pamer dan kesannya suka menggurui sehingga terlihat sedikit bossy. Namun demikian dia sangat penolong dan disukai banyak orang.

Traveling
ImageSeorang Sagitarian adalah seorang yang sangat menyenangkan untuk teman traveling. Jiwanya yang bebas selalu menantang adrenalin untuk mengeksplore tempat-tempat yang “awam”. Contoh ekstrimnya, Sagitarians tidak akan sungkan untuk telanjang jika harus memasuki nudist beach, atau masuk ke hotel mahal di Dubai hanya untuk sekedar foto di loby hotel.
Jika saya seorang sagitarian, saya mungkin akan memilih pedalaman Kalimantan, perbatasan Papua dan New Guinea, atau kepulauan Natuna.
Untuk destinasi luar negeri mungkin saya akan memilih Eropa Utara, melakukan slow traveling ke Norwegia, Swedia, Finlandia lalu menyeberang ke Rusia.

Read More

Horoscope dan Traveling – Scorpio

Scorpio, bintang bagi orang yang lahir antara 23 Oktober – 21 November.

Sifat Dasar
Soliter sejati. Orang yang penuh rahasia dan suka menikmati segala sesuatunya sendiri. Kewibawaan adalah top priority bagi Scorpio, lebih fokus pada diri sendiri dengan pencapaian2nya tanpa mempedulikan tanggapan/ penilaian orang lain.

Traveling
Orang Scorpio menyukai tempat-tempat yang menantang dan tidak banyak orang yang bisa melakukannya. Itu adalah kepuasan tersendiri bagi seorang Scorpio.
Jika bepergian, orang Scorpio tidak akan rewel tentang segala sesuatunya. Long trip dengan kereta api kelas ekonomi, bus kelas kambing, atau berlayar dengan yacht berbulan-bulan bukan masalah bagi Scorpio.
Gunung, tempat terisolir di negeri antah berantah adalah tempat kesukaannya.
Jika saya seorang Scorpio, tempat kesukaan saya mungkin adalah puncak-puncak gunung di seluruh Indonesia, pulau Kangean, dan pulau-pulau terluar di Indonesia seperti Pulau Deli, Pulau Enggano dsb.
Untuk destinasi luar negeri, mungkin saya akan memilih Kinabalu, Greenland, Tibet, Canada, dan Pulau Robinson Crusoe, Chili.

Image
Read More

Horoscope dan Traveling – Virgo

Sekarang waktunya Virgo (23 Agustus – 22 September)

Sifat Dasar
Virgo adalah perfeksionis level tinggi. Segala sesuatu harus bagus, harus sempurna. Virgo juga agak konvensional, entah itu dalam pola pikir ataupun penampilan. Agak sulit mengajak Virgo untuk santai sejenak. Dalam pikirannya harus produktif dan produktif setiap saat.

Traveling
Tentu saja Virgo menginginkan traveling yang sempurna ke tempat-tempat yang indah yang sudah populer demi menghindari hal-hal yang tidak mengenakkan selama traveling, misalnya saja kondisi jalan yang susah di tempuh, kondisi cuaca yg memungkinkan penundaan penerbangan atau hal-hal lain yang mungkin timbul dalam traveling ke tempat yang tidak populer.
Seorang Virgo tidak bisa dijadikan leader dalam traveling, tapi akan lebih bermanfaat jika dimintai pendapat sebelum/ selama traveling.
Kalau bisa liburan sambil bekerja akan sangat menyenangkan bagi seorang Virgo. Tempat-tempat yang mungkin akan membuat saya senang, jika saya seorang Virgo adalah Bali, Lombok, Bandung yang tentu saja semuanya pakai travel agent.
Destinasi luar negeri adalah Hongkong, Sydney, Thailand, Singapura, Malaysia, Los Angeles yang semuanya juga diatur oleh travel agent. Karena saya ingin semuanya diatur dengan sempurna :)

 Image
Read More

Horoscope dan Traveling – Leo

Okey sudah sampai Leo 23 Juli – 22 Agustus.

Sifat dasar 
Acknowledgement and recognition, itu yang dibutuhkan seorang Leo. Dia ingin semua orang tau kehadirannya dan apa yang bisa dilakukannya, itu sebabnya dia terkesan arogan dan suka show off. Tapi dibalik itu semua, ada sifat yang menyenangkan di diri Leo. Mereka itu adorable.

Traveling
Leo tidak suka di tempat sepi. Sebutan sebagai Party goers sangat cocok buat Leo. Jika bepergian dia akan mencari keramaian, seperti pusat kota dan festival-festival yang memungkinkan seorang Leo untuk menunjukkan kelebihannya.
Leo adalah sosialita sejati dan sangat menyukai kehidupan malam. Leo sangat suka dengan hingar bingar manusia modern yang haus hiburan dan segala kesibukan kota besar. Mall dan tempat hiburan adalah destinasi wajib bagi Leo.
Jika saya seorang Leo, tempat yang membuat saya kerasan adalah Jakarta dan Bali, di mana hidup bisa sampai 24 jam dan saya bisa melakukan apa saja selama 24 jam itu. Banyak konser musik digelar dan festival-festival lain, itu seperti surga buat Leo.
Untuk tujuan luar negeri, saya akan memilih Bangkok, Ibiza, dan London. Ke tiga kota itu punya klub malam terbaik dan Leo yang setengah vampir itu bisa dengan leluasa “hidup”

Image
Read More

Horoscope dan Traveling – Cancer

Mari kita lanjutkan menganalisa hubungan horoscope dan cara mereka bepergian. It’s completely fun, kadang cocok kadang juga ngawur.. namanya juga mix and match. Heheheh… Let’s talk about Cancer (21 Juni – 22 Juli)

Sifat Dasar
Cancer adalah orang yang sangat homy. Mungkin pepatah rumahku istanaku berasal dari orang-orang yang berzodiac Cancer. Cancer sangat intuisif dan kadang moody. Suasana hatinya gampang sekali mempengaruhi orang-orang yang ada di sekitarnya. Maka dari itu dia butuh mood buster jika diajak bepergian.

Traveling
Cancerians cenderung menyukai tempat-tempat yang homy, entah itu masyarakatnya yang ramah atau tempat tinggal/ hotel yang nyaman dan serasa di rumah sendiri. Jika ada satu tempat yang disukai Cancerians, maka dia tidak akan pernah bosen untuk berkunjung ke tempat ini berulang-ulang.
Jika saya seorang Cancerian, tempat favorit saya mungkin adalah Jogja, seluruh pedesaan di Jawa, desa tradisional di Lombok, dan mungkin Bali.
Tujuan luar negeri mungkin saya akan sering ke Fiji, Turki dan Thailand. Amerika Serikat mungkin juga masuk dalam daftar saya.
Untuk urusan hotel, saya tidak suka yang besar dan mewah. Saya lebih suka cottage kecil dan lebih personal. Hotel Tugu di Malang, atau cottage2 kecil di Bali mungkin adalah pilihan saya.

Image
Read More

Horoscope dan Traveling – Gemini

Mari kita kupas gaya Gemini (21 Mei – 20 Juni) bepergian.

Sifat Dasar 
Gemini adalah orang yang komunikatif. Komunikatif dalam arti luas; bukan cuma pandai bicara, seorang Gemini bisa saja bawaannya pendiam namun dia bisa berkomunikasi lewat media apapun. Sangat informatif dan kebanyakan suka belajar.

Traveling 
Dengan kemampuan komunikasinya, jadikan dia sebagai juru bicara saat ada petugas keamanan yang menginterogasi rombongan perjalanan. Tempatkan dia disebelah sopir jika bepergian dengan trayek yang lumayan jauh atau ke suatu tempat yang belum pernah kita datangi dan minim informasi. Gemini jagonya!
Jika saya seorang Gemini, saya akan jatuh cinta sama kota Jogjakarta dengan segala macam tatanan masyarakatnya yang unik, mungkin saya akan tinggal beberapa lama di sebuah desa di Kaliurang, mencoba jadi penduduk lokal. Blusukan di pasar terapung di sungai Banjarmasin juga sangat menyenangkan. Hm, Pasar Klewer Solo mungkin. Beberapa desa adat di Bali dan Lombok juga akan sangat menarik buat saya.
Luar negeri? Saya sebagai Gemini akan tertarik dengan hiruk pikuk kota Tokyo dan Los Angeles, beberapa kota di Australia seperti Sydney dan Adelaide, juga Tibet dan New Delhi.

Image
Read More

Horoscope dan Traveling – Taurus

Taurus (20 April – 20 Mei)

Sifat Dasar
Orang Taurus adalah orang yang terorganised. Buatnya hidup itu ada urutan dan aturan mainnya. Suka sekali dengan makanan dan minuman yang enak dan tau betul cara memanjakan diri dengan kuliner.

Traveling
Taurus paling tidak suka dadakan, tidak suka sudden idea. Buatnya, perjalanan itu harus dipikir masak-masak mulai dari hal kecil seperti toiletries yg harus dibawa, sampai oleh-oleh apa yang cocok untuk teman dan kerabatnya. Jika ingin liburan yang aman dan menyenangkan (dalam arti smooth dan terscheduled) serahkan saja pada Taurus.

ImageJika saya bepergian sebagai seorang Taurus, tempat yang akan saya kunjungi dan menjadi favorit saya adalah Medan, daerah Minahasa, Aceh, dan Padang. Kenapa? Tau sendiri kan orang-orang daerah sana kalo masak haujek sencingping rasanya!
Destinasi luar negeri saya mungkin Paris untuk mencicipi anggur terbaik di dunia, Thailand, Hongkong, Mexico dengan kekayaan kuliner mereka.








**re-post from johanesjonaz,wordpress.com





Read More

Tuesday, March 12, 2013

Missing waves ; Escapism







And, when sun almost sets, they still happy doing their things. Lying on white sands, enjoying the waves, talking with others, building a sand-castle, sharing love. Me? I just found myself here on another earth, miles away from my home.. Reaching another home called peace, i feel the warmth. What an escape!


Turnamen Foto Perjalanan 16 : Escapism


Read More

Wednesday, January 09, 2013

mau kemana juga, nyarinya pantai!

Rasanya campur aduk, dan itu dialami di beberapa hari belakangan ini. Gabisa ya hari ini seneng aja, terus besok gusar aja, terus besoknya lagi sedih aja. Lah ini, pagi santai, selalu santai perasaannya, cenderung riang, dan tak ada beban. Nyampe kantor, baru duduk, ribuan pikiran udah mulai berebut masuk ke otak, puyeng sendiri jadinya. Beneran puyeng. Agak siangan dikit, deg-degan, agak gelisah, kayak orang ada di persimpangan jalan mau nyebrang, tapi kendaraan lagi rame banget. Nah, bingung kan gimana cara nyebrangnya? Gue gitu.
Sore, selalu bersemangat. Giat. Ngerjain ini-itu satu persatu, sambil berenang, minum teh manis anget, terus makan pisang goreng. Gak nyambung, haha. Ya intinya, sore itu, gue produktif banget otaknya, kalo raganya sih udah dari pagi produktif nya. Nah, tapi kaan yaaaa, mana cukup semua dikerjain di sore ini. Kenapa juga otak ini baru bisa optimal di sore hari? Kenapa dari pagi sampe siang gue cuma nunggu kegusaran gue selesai? Buang-buang waktu kan? Ngerepotin diri sendiri juga ujung-ujungnya. Apalagi kalo itu berjalan tiap hari di minggu-minggu ini. :'(

Apasih yang gue pikirin? Banyak. Saking banyaknya, gue jadi bingung mau mikirin yang mana dulu, mau ngerjain yang mana dulu. Yang terjadi malah, gue mikirin apa, gue ngerjain apa. Giliran kerjaan gue udah selesai, realisasi pikiran gue malah belum terwujud sama sekali. Giliran, pikiran gue udah selesai dan tinggal wujudin dalam aksi, raga gue yang udah gak sanggup, ngerengek-rengek minta di sleep. Well, ini ribet yah ceritanya hahaha.

Ya intinya, gue pengen liburan. Sori, bukan liburan, tapi istirahat sejenak. Bukan buat istirahatin raga gue, tapi otak gue. Dan, solusinya cuma satu.... pantai! Hhahhahaha...
Istirahatin badan mah gampang buat gue, tinggal tidur, beres. Istirahatin otak? Buat gue, the very best way untuk istirahatin otak adalah ke pantai. Udah, titik. Cuma itu, gak ada lagi. Bayangin, di pantai, otak gue gak perlu bekerja optimal. Cukup kayak orang bego, atau bertingkah seperti anak kecil aja, selesai. Gak perlu mikirin rekon pajak udah selesai apa belum, gak perlu mikirin mau makan apa, hari ini pake baju apa, naik angkot apa supaya bisa ngehindarin macet, dsb. Gak perlu ribut-ribut, gak enak, sakit hati, dan atau semacamnya karena ulah temen kantor, temen kuliah, adek, abang, pacar (emang punya?), atau bahkan diri gue sendiri. Di pantai itu, kerjaannya cuma satu : leyeh-leyeh!

Gak perlu mikir harus pake baju apa, karena telanjang pun jadi.
Gak perlu bingung mau minum apa, karena air putih aja udah cukup.
Gak perlu apa-apa deh pokoknya.

Menurut gue, cara yang paling enak buat nikmatin pantai itu cuma satu : jangan pergi sendiri. Kenapa? Karena segala pandangan yang lo liat terhampar di depan lo itu terlalu indah buat lo nikmatin sendiri. Dalam hal ini, gak mesti lo pergi dengan teman-teman lo atau siapapun, karena sendiri pun jadi. Toh, disana lo akan jadi stranger, meet new people, interact with them, find new friends, share with them about how cool the weather is, how clean the water is, how big the wave is, or anything that simply make you feel lucky!

Gue pernah nonton Flirting With 40, disitu Kyle, seorang instruktur surfing di Hawaii, menolak diajak pacarnya untuk pindah ke New York, karena menurut dia, living with the beach is so relaxing, and this is the best way to enjoy life. I don't want to move to city, and spending my entire life for busy rhings, crowded, traffic, and glamorous. It's so sad to know that much people enjoy living like that.

Nah, sampe disini, gue mikir gue pengen jadi pacarnya Kyle, just because we have same opinion about how to enjoy life. Tapi ya tappiiiiiii, ini kan udah kodrat gue, dilahirkan di Kota Metropolitan kayak Jakarta. Kalopun boleh milih, setelah fase hidup under-25 ini, gue pengen pindahin sekeluarga gue, untuk tinggal di Lombok, atau Phuket, atau Raja Ampat, atau Hawaii, atau mungkin Maldives. Hahhahaa. Ya, just because there are so many beaches there.

Kalo dipikir-pikir, postingan ini kayak postingan latahan dari postingannya Della. Ya emang, seharian ini gue mikir gue pengen banget ke Hawaii, dan ketemu di Kyle itu. Tapi, berhubung itu sangat gak mungkin, jadilah tadi gue cukup mengkondisikan jiwa gue disana. Idiiiiiih, deburan ombaknya gak nyantai.

Terakhir ke pantai itu, kemarin sebelum tahun baru, persis di tanggal 31 Desember 2012. ya, disitu gue emang mengganggap this-is-my-new-year sih. Waktu itu, sekalian acara kejut-kejutan untuk ulang tahun Galih. Random, pas tengah malam mau ke tempat Galih, kita memutuskan untuk cus ke Anyer, kan deket tuh. Sampailah kita disana jam 3 pagi. 

Wiiiih, gelapnya. Di depan langsung laut, bibir pantainya gak ada. Dan kita harus nunggu sampai subuh, untuk aman cebar-cebur. Jadilaaah, gue dan Aji kegirangan dan gak sabaran untuk basah-basahan di pagi itu. Setelah nyeburin Galih, gue sama Aji kompak untuk nyebur juga, dengan menanggalkan jins kita. Emang bawa baju? Enggak. Hehehe, ya gapapa basah-basahan. Kapaan lagi? Nemu pantai di Jakarta susah, yang deket cuma Ancol, dan kondisinya.... ya taulah yaa.

Then, it was fun!


So, where next?







missing the waves,
tvs.
Read More

Wednesday, July 25, 2012

Brass Warming-Up

Reposted from : Marko S Hermawan

Biasanya pemanasan dimulai dari nada panjang skala do, berdurasi 4 sampai 8 ketuk setiap nadanya, dilanjutkan staccato skala do, dan lip slur. Mari kita telaah satu per satu pemanasan tersebut.

Long tones
Disebut juga nada panjang. Nada panjang bukan saja berarti pencapaian nada harus sesuai dengan ketukan yang dituju (4 atau 8 ketuk), namun juga pengaturan nafas yang sedemikian rupa sehingga kualitas dan intensitas suara merata sepanjang ketukan itu. Kebiasaan yang terjadi di beberapa brass section adalah, ketika nada pertama ‘do’ dibunyikan, maka tidak semua alat membunyikan secara serentak, terkadang ½ ketuk setelah dimulai, dan bahkan nadanya juga bukan nada ‘do’. Mengapa demikian? Ada 2 teknik yang perlu diperhatikan:


A. JANGANLAH MULAI DENGAN MENIUP NADA ‘DO’.



Kondisi paru-paru, tenggorokan, diafragma, dan bibir belum fleksibel untuk memulai meniup. Lakukan pemanasan nafas terlebih dahulu. John Ericson (2002) mempunyai tips yang cukup efektif dalam melatih pernafasan. Dia mengatakan kemampuan diafragma untuk menampung udara hanya 75% saja, dan untuk memaksimalkannya membutuhkan latihan otot diafragma dan otot-otot disekitar tulang iga untuk berkembang.

Teknik latihan (gunakan metronome):
- Tarik nafas 4 ketuk
- Tahan nafas 4 ketuk
- Buang nafas 4 ketuk
- Istirahat 4 ketuk
- Mulai lagi dengan tarik nafas, begitu seterusnya
- Lanjut ke 6 dan 8 ketuk masing-masing

Dr. Bradley Ulrich dalam buku “Building a Better Trumpet Section” (2001) dari Jupiter Music menambah latihan nafas menjadi:
- Exercise No. 1
- 4 ambil nafas, 4 buang nafas (ulangi)
- 2 ambil nafas, 2 buang nafas (ulangi)
- 1 ambil nafas, 1 buang nafas (ulangi)
- rest
- Exercise No 2
- 4 ambil nafas, 4 buang nafas (crescendo saat buang nafas)
- 4 ambil nafas, 8 buang nafas (crescendo saat buang nafas)
- 4 ambil nafas, 12 buang nafas (crescendo saat buang nafas)
- rest
- 2 ambil nafas, 4 buang nafas (crescendo saat buang nafas)
- 2 ambil nafas, 8 buang nafas (crescendo saat buang nafas)
- 2 ambil nafas, 12 buang nafas (crescendo saat buang nafas)
- rest
- 1 ambil nafas, 4 buang nafas (crescendo saat buang nafas)
- 1 ambil nafas, 8 buang nafas (crescendo saat buang nafas)
- 1 ambil nafas, 12 buang nafas (crescendo saat buang nafas)

Fokus perhatian:


  • Perhatikan postur tubuh, jangan biarkan bahu pemain terangkat saat mengambil nafas. Ini berarti dia masih menggunakan nafas ‘paru-paru’.
  • Dalam keadaan berdiri tegap, suruh tiap pemain memegang perut. Saat mengambil nafas, rasakan perut mereka kembang/kempis.
  • Pada saat mengeluarkan nafas, jangan biarkan leher dan bibir tegang, agar jalur udara benar-benar keluar seutuhnya dari paru-paru.
Filosofi latihan:
  • Terangkan kepada mereka, dengan latihan sepertinya ini akan terbiasa menggunakan nafas ‘perut’ dalam meniup, ketimbang nafas ‘paru-paru’. Dan tenaga untuk meniup semakin kuat.
  • Atur nafas agar semakin panjang nafas yang dikeluarkan, kekuatan atau intensitas nafas sama sepanjang ketukan.

B. JANGANLAH MULAI DENGAN MENIUP NADA ‘DO’ LAGI.

Loh, jadi kapan kita bisa mulai meniup ‘do’? Ada suatu ketika dimana saat pemain meniup ‘do’, suara yang ditimbulkan adalah ‘twa-twa’ (Ericson, 2002) – atau nafas dulu yang keluar sebelum nada. Maka efek yang ditimbulkan adalah setiap ketukan 1, suara tidak timbul secara serentak. Dr Bradley Urich (2001) menyebutkan alasannya antara lain:
  • Nafas yang dipakai pemain kurang mencukupi ke dalam alat.
  • Posisi gigi terlalu rapat, jarak yang ideal adalah sama dengan menggigit kuku anda
  • Bibir terlalu tegang. RELAX!
Teknik latihan:
  1. Bila suara ‘twa’ timbul di nada ‘do’, jangan lanjut ke nada ‘re’. Ulangi lagi nada ‘do’ 4 ketuk, sampai semuanya tidak ada kesan ‘twa’ saat meniup.
  2. Lakukan teknik ‘baps’ (Ericson, 2002), dimana pemain akan bermain nada pendek dulu, seperti aksen, kemudian baru diikuti nada panjang. (DO’…… Dooooooo)
Fokus perhatian:
  • Terkadang saya menggunakan artikulasi ‘Ta’ setiap tiupan pertama, agar ketukan setiap pemain sama, namun sebisa mungkin jangan ada unsur ‘aksen’ dalam nada itu.
  • Tambah nafas perut lagi agar, suara ‘twa’ tidak timbul
Filosofi latihan:
  • Terangkan kepada mereka, suara ‘twa’ akan merusak ketukan pertama, lagu, dan kejernihan suara. Ubah suara ini sedini mungkin sejak latihan pemanasan.
Kesimpulan
Beberapa hal yang harus diperhatikan selama latihan pemanasan bagi seorang pelatih adalah:
  1. Ubah persepsi ‘ritual formal’ yang membosankan menjadi suatu latihan detail yang berpengaruh pada aplikasi lagu.
  2. Temani atau ikuti perkembangan pemanasan. Jangan tinggalkan field commander saat mereka sedang pemanasan. Justru saat ini dipergunakan pelatih untuk membenarkan detail bermain setiap pemain.
  3. Jangan biasakan meniup skala ‘do’ sampai habis saat pemain mulai kehilangan konsentrasi, dalam arti ‘twa’ semakin banyak, pemain melirit kanan kiri, posisi hornline yang semakin tidak terarah. Berhenti saat itu juga dan ulangi skala ‘do’ lagi, sampai semuanya bisa fokus.
So, ini baru bagian pertama dalam sebuah pemanasan awal, dan masih banyak hal yang bisa membuat pemanasan ini terasa ‘indah’.



Yuk, bikin kurva, kita pemanasan!















Reference:
Ericson, John Q, Associate Professor of horn at Arizona State University, Notes on Breathing and Use of Air, issue of the Texas Bandmasters Association Journal, June, 2002
Ulrich, Bradley P, Professor of Music, has taught trumpet at Western Carolina University since 1989, Building a Better Trumpet Section, Jupiter Education Services, 2001
Read More

Wednesday, June 20, 2012

Kita tuh, chemistry nya udah dapet...

17 Juni 2012


"Kita tuh chemistry-nya udah dapet"

Itu yang tertanam di benak saya, ketika empat orang bocah ini cuap-cuap di bandara nungguin pesawat. Gak ada ide yang harus kami lakukan saat itu, selin ngetawain penyanyi yang nada nyanyiannya kemana-mana. Yang terlintas di benak saya selanjutnya adalah, gimana caranya mengatasi sensai deg-degan nanti malam? Oke, tertawalah lepas hari ini!

Yang terjadi selanjutnya adalah, gelak tawa, wajah-wajah ketiga orang yang saya kenal baik ini menatap saya, tersenyum. Nah, dari tatapan saja, sudah terbangun chemistry! Saat mereka menjuluki saya 'yellowpages', saya tahu mereka sayang sama saya. :) *apacumageer?

Hingga kemudian, sampai di tempat yang dituju, menyiapkan segala sesuatunya. Hei, kami berempat seperti berada di perasingan! Melakukan segala sesuatu yang tidak biasa kami lakukan di weekend. Sejenak, kami membiarkan diri kami terhempas begitu saja di atas kasur. Lelah, namun ini baru setengahnya. Ada dia di sisi saya, ada kamu dan kamu juga. Hanya kami berempat. Penasaran kah kalian tentang apa yang kami lakukan? Hehehe..

Petang pun tiba, mari bergegas, menuju agenda selanjutnya. Dinner, lalu meeting, dan meeting, dan meeting. Seperti biasa, di belahan negara manapun, setiap petang, macet tak bisa dielak. Hingga sampailah kami di suatu tempat yang, boleh dibilang cukup indah pemandangan yang dapat dilihat dari sini, semacam skydining. Di meja yang sudah dipesan sebelumnya, kami mulai memesan makan malam kami. Oh, tidak. Tidak hanya kami berempat yang ada di meja itu, ada 3 orang laiinya, yang punya peran cukup penting dalam pertemuan kali ini. Sebut saja, KS, AM, dan NN.

Yang terjadi setelahnya, adalah ketujuh orang yang terlibat percakapan cukup serius. Saya, jangan ditanya. Mungkin saya bisa tenang setenang air kala itu, karena seperti saya pernah bilang, saya sudah sangat terbiasa dengan kabar-kabar mengejutkan. Yang lain? Yang saya lihat, ketika mata kami berpapasan, hanya ada tatapan nanar tak berdaya. Lalu saya harus apa? Hanya bisa tersenyum.

Hingga tengah malam pun tiba, kami baru beranjak dari situ. Kembali ke peristirahatan kami. Saya tahu pasti, meskipun di sepanjang perjalanan kami pulang, kami tetap penuh dengan tawa canda, ada semacam pecaham-pecahan gelas dalam otak kami. Ada semacam sesuatu yang terus-menerus menohok ulu hati kami untuk segera dimuntahkan. Hingga kemudian kami hening, satu persatu diantara kami berempat, mulai bisu. Inilah saat dimana, segala tawa tidak lagi bisa menjadi obat penawar. Saya menatap ketiga sahabat ini, ingin rasanya memeluk mereka erat satu-persatu. Meskipun mungkin pelukan itu tidak bisa meredakan mereka, tapi setidaknya itu cukup membantu saya untuk meluapkan isi hati ini. Diam yang terjadi setelahnya, adalah dimana kami mulai membentuk rangkaian-rangkaian baru untuk membentuk kembali pecahan-pecahan gelas tersebut di otak kami, untuk mungkin dibangun menjadi sebuah piring.  Mungkin mulai dari malam ini, kami berempat, harus mencari bagaimana caranya pecahan-pecahan tadi bisa terbentuk kembali.

Yang mengharukan selanjutnya adalah saat dimana saya dan ketiga lainnya, sejenak di depan kamar saya, begitu serius. Menyatukan tangan, untuk kemudian memanjatkan doa kepada Tuhan kami masing-masing. Apapun. Kami tahu, doa kami satu. Tidak ada yang mustahil bagi orang percaya..

Sampai kami berpisah, saya tahu, chemistry ini tak akan padam..
Read More

Thursday, May 31, 2012

I was born to be..

Banyak yang udah bilang langsung ke gue, dan memang gue sering mengalami ini beberapa kali :

Lo harus nekat, karena lo itu nekat. Gue pengen kayak lo, nekat dan berani. Dan, buktinya hasilnya gak nihil. Lo keren, Vel!


Bangga? Iya, tapi enggak juga sih. Hidup emang butuh perjuangan, dan kadang pujian. But, this is what i am with all imperfections. Above all, i admit that....




I was born to be indipendent!
Read More
Written by tvelofas. Powered by Blogger.

© Je Suis Moi ♥♥, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena