For what i feel, what i see, what i hear, what i dream of, what i used to be, what i would be. Here i am. Just take a deep breath, then read!

Showing posts with label News. Show all posts
Showing posts with label News. Show all posts

Thursday, February 16, 2012

Apa sih asertif itu? Am i a kind of that?

Asertivitas adalah suatu kemampuan untuk mengkomunikasikan apa yang diinginkan, dirasakan, dan dipikirkan kepada orang lain namun dengan tetap menjaga dan menghargai hak-hak serta perasaan pihak lain. Dalam bersikap asertif, seseorang dituntut untuk jujur terhadap dirinya dan jujur pula dalam mengekspresikan perasaan, pendapat dan kebutuhan secara proporsional, tanpa ada maksud untuk memanipulasi, memanfaatkan ataupun merugikan pihak lainnya (Pratanti, 2007).

Katanya, seorang asertif itu cenderung punya ciri seperti ini :
  • Merasa bebas untuk mengekspresikan perasaan, pikiran dan keinginan
  • Mengetahui hak mereka
  • Mampu mengontrol kemarahan. Tidak berarti me-repress perasaan ini, akan tetapi mengontrol dan membicarakannya kembali dengan logis dan tidak dilandasi emosi semata.

Perilaku asertif
Menurut Pratanti (2007) sikap atau pun perilaku agresif cenderung akan merugikan pihak lain karena seringkali bentuknya seperti mempersalahkan, mempermalukan, menyerang (secara verbal ataupun fisik), marah-marah, menuntut, mengancam, sarkase (misalnya kritikan dan komentar yang tidak enak didengar), sindiran ataupun sengaja menyebarkan gosip. Menurut Lazarus (Fensterheim, l980) dalam Iriani (2009) pengertian perilaku asertif mengandung suatu tingkah laku yang penuh ketegasan yang timbul karena adanya kebebasan emosi dan keadaan efektif yang mendukung yang antara lain meliputi : menyatakan hak-hak pribadi, berbuat sesuatu untuk mendapatkan hak tersebut, melakukan hal tersebut sebagai usaha untuk mencapai kebebasan emosi. Seseorang dikatakan bersikap tidak asertif, jika ia gagal mengekspresikan perasaan, pikiran dan pandangan/keyakinannya; atau jika orang tersebut mengekspresikannya sedemikian rupa hingga orang lain malah memberikan respon yang tidak dikehendaki atau negatif (Pratanti, 2009).

Perilaku asertif merupakan terjemahan dari istilah assertiveness atau assertion, yang artinya titik tengah antara perilaku non asertif dan perilaku agresif. Orang yang memiliki tingkah laku atau perilaku asertif orang yang berpendapat dari orientasi dari dalam, memiliki kepercayan diri yang baik, dapat mengungkapkan pendapat dan ekspresi yang sebenarnya tanpa rasa takut dan berkomunikasi dengan orang lain secara lancar. Sebaliknya orang yang kurang asertif adalah mereka yang memiliki ciri terlalu mudah mengalah/ lemah, mudah tersinggung, cemas, kurang yakin pada diri sendiri, sukar mengadakan komunikasi dengan orang lain, dan tidak bebas mengemukakan masalah atau hal yang telah dikemukakan (Fitri, 2009).

Menurut Sukaji (1983) dalam Fitri (2009) perilaku asertif adalah perilaku seseorang dalam hubungan antar pribadi yang menyangkut ekspresi emosi yang tepat, jujur, relatif terus terang, dan tanpa perasaan cemas terhadap orang lain. Perilaku asertif merupakan perilaku sesorang dalam mempertahankan hak pribadi serta mampu mengekspresikan pikiran, perasaan, dan keyakinan secara langsung dan jujur dengan cara yang tepat. Perilaku asertif sebagai perilaku antar pribadi yang bersifat jujur dan terus terang dalam mengekspresikan pikiran dan perasaan dengan mempertimbangkan pikiran dan kesejahteraan orang lain.

Kebanyakan orang enggan bersikap asertif karena dalam dirinya ada rasa takut mengecewakan orang lain, takut jika akhirnya dirinya tidak lagi disukai ataupun diterima. Selain itu alasan “untuk mempertahankan kelangsungan hubungan” juga sering  menjadi alasan karena salah satu pihak tidak ingin membuat pihak lain sakit hati. Padahal, dengan membiarkan diri untuk bersikap tidak asertif (memendam perasaan, perbedaan pendapat), justru akan mengancam hubungan yang ada karena salah satu pihak kemudian akan merasa dimanfaatkan oleh pihak lain (Pratanti, 2007).

Orang yang memiliki tingkah laku asertif adalah mereka yang menilai bahwa oraang boleh berpendapat dengan orientasi dari dalam, dengan tetap memperhatikan sungguh-sungguh hak-hak orang lain. Mereka umumnya memiliki kepercayaan diri yang kuat. Menurut Rathus (l986) orang yang asertif adalah orang yang mengekspresikan perasaan dengan sungguh-sungguh, menyatakan tentang kebenaran. Mereka tidak menghina, mengancam ataupun meremehkan orang lain. Orang asertif mampu menyatakan perasaan dan pikirannya dengan tepat dan jujur tanpa memaksakannya kepada orang lain (Iriani, 2009).

Coba kamu jawab pertanyaan di bawah ini, karena ini dapat menjadi indikator asertivitas seseorang.
  • Apakah anda terbiasa mengekspresikan secara jelas perasaan atau pandangan anda pada orang lain ?
  • Apakah anda meminta tolong pada orang lain pada saat anda memang membutuhkan pertolongan ?
  • Apakah anda mampu mengekspresikan kemarahan atau pun rasa tidak enak anda secara proporsional pada pihak lain yang telah membuat kamu merasa sakit hati ?
  • Apakah anda suka bertanya pada orang lain pada saat menghadapi kebingungan ?
  • Apakah anda mampu memberikan pandangan secara terbuka saat anda merasa tidak sepaham dengan pendapat orang lain ?
  • Apakah anda sering berbicara di depan umum ?
  • Apakah anda mampu untuk berkata “tidak” pada saat anda tidak ingin melakukan pekerjaan tersebut ?
  • Apakah anda berbicara dengan sikap percaya diri, serta berkomunikasi secara hangat ?
  • Apakah anda memandang wajah lawan bicara anda pada saat anda berbicara dengannya ?

Perilaku asertif adalah kemampuan untuk mengemukakan pikiran, perasaan, pendapat secara langsung, jujur dan dengan cara yang tepat dan sesuai dalam penyampaiannya yaitu tidak menyakiti atau merugikan diri sendiri maupun orang lain. Beberapa aspek dari perilaku asertif, yaitu berusaha mencapai tujuan, kemampuan mengungkapkan perasaan, menyapa atau memberi salam kepada orang lain, menampilkan cara yang efektif dan jujur, menanyakan alasan, berbicara mengenai diri sendiri, menghargai pujian dari orang lain, penolakan, menatap lawan bicara, dan respon melawan rasa takut. Dari penjelasan di atas, kemungkinan perilaku asertif akan dapat mempengaruhi kecerdasan emosi (Retnaningsih, 2007).

Tips untuk berperilaku asertif yang dapat digunakan adalah (Pratanti, 2007) :
  • Tentukan sikap yang pasti, apakah anda ingin menyetujui atau tidak. Jika kamu belum yakin dengan pilihan anda, maka anda bisa minta kesempatan berpikir sampai mendapatkan kepastian. Jika anda sudah merasa yakin dan pasti akan pilihan anda sendiri, maka akan lebih mudah menyatakannya dan anda juga merasa lebih percaya diri.
  • Jika belum jelas dengan apa yang dimintakan pada anda, bertanyalah untuk mendapatkan kejelasan atau klarifikasi.
  • Berikan penjelasan atas penolakan anda secara singkat, jelas, dan logis. Penjelasan yang panjang lebar hanya akan mengundang argumentasi pihak lain.
  • Gunakan kata-kata yang tegas, seperti secara langsung mengatakan “tidak” untuk penolakan, dari pada “sepertinya saya kurang setuju..sepertinya saya kurang sependapat…saya kurang bisa…..”
  • Pastikan pula, bahwa sikap tubuh anda juga mengekspresikan atau mencerminkan “bahasa” yang sama dengan pikiran dan verbalisasi anda …Seringkali orang tanpa sadar menolak permintaan orang lain namun dengan sikap yang bertolak belakang, seperti tertawa-tawa dan tersenyum.
  • Gunakan kata-kata “Saya tidak akan….” atau “Saya sudah memutuskan  untuk…..” dari pada “Saya sulit….”. Karena kata-kata “saya sudah memutuskan untuk….” lebih menunjukkan sikap tegas atas sikap yang anda tunjukkan.
  • Jika anda berhadapan dengan seseorang yang terus menerus mendesak anda padahal anda juga sudah berulang kali menolak, maka alternatif sikap atau tindakan yang dapat anda lakukan : mendiamkan, mengalihkan pembicaraan, atau bahkan menghentikan percakapan.
  • Anda tidak perlu meminta maaf atas penolakan yang anda sampaikan (karena anda berpikir hal itu akan menyakiti atau tidak mengenakkan buat orang lain)…Sebenarnya, akan lebih baik anda katakan dengan penuh empati seperti : “saya mengerti bahwa berita ini tidak menyenangkan bagimu…..tapi secara terus terang saya sudah memutuskan untuk …”
  • Janganlah mudah merasa bersalah ! anda tidak bertanggung jawab atas kehidupan orang lain…atau atas kebahagiaan orang lain.
  • Anda bisa bernegosiasi dengan pihak lain agar kedua belah pihak mendapatkan jalan tengahnya, tanpa harus mengorbankan perasaan, keinginan dan kepentingan masing-masing.

Kategori perilaku asertif antara lain: pada prinsipnya asertif adalah kecakapan orang untuk berkata tidak, untuk meminta bantuan atau minta tolong orang lain, kecakapan untuk mengekspresikan perasaan-perasaan positif maupun negatif, kecakapan untuk melakukan inisiatif dan memulai pembicaraan. Bentuk perilaku asertif sebagai kecakapan, mengekspresikan emosi baik  secara verbal maupun non verbal. Ada 3 kategori perilaku asertif yaitu : asertif penolakan yaitu ucapan untuk memperhalus, seperti misalnya : maaf !, asertif pujian yaitu mengekspresikan perasaan positif, seperti misalnya menghargai, menyukai, mencintai, mengagumi, memuji dan bersyukur; ketiga adalah asertif permintaan yaitu asertif yang terjadi kalau seseorang meminta orang lain melakukan sesuatu yang memungkinkan kebutuhan atau tujuan seseorang tercapai tanpa tekanan atau paksaan. Selain ketiga hal tersebut, kemarahan juga termasuk salah satu kategori asertif. Dalam marah, orang menyatakan kejengkelan, ketidakpuasan atau ketidaksesuaian antara yang ia harapkan dengan kenyataan yang ia terima (Iriani, 2009). Keuntungan berperilaku asertif, dengan menyatakan apa adanya perasaan atau emosinya seseorang tidak akan dikendalikan orang lain, efektif dalam berinteraksi,  lebih dihargai orang lain, menjadi lebih percaya diri dan memiliki rasa puas
Read More

Monday, February 13, 2012

About 'Someone Like You'

Inilah rahasia ilmiah dari betapa disukai sekaligus "terasa menyentuh"-nya lagu Someone Like You milik Adele.

Di antara sekian penghargaan yang diraih penyanyi dan penulis lagu Adele Laurie Blue Adkins (Adele) dalam perhelatan Grammy Awards ke-54 hari ini, salah satunya adalah di kategori "Best Pop Solo Performance" untuk tembang hit Someone Like You. Sebuah lagu yang terasa begitu spesial bagi banyak orang, bahkan diakui bisa membuat air mata seseorang mengalir, atau malah menangis terisak.

Tapi, kenapa lagu tersebut bisa begitu "kuat" membuat air mata mengalir? Tiap orang mungkin akan punya alasan-alasan berbeda, walau mungkin juga ada yang sama. Kebanyakan orang mungkin akan mengutarakan alasan personal.

Namun, sebagaimana salah satu artikel di Jezebel, lagu Someone Like You ternyata disebut memang punya beberapa faktor (berbeda) yang mampu "mengalirkan air mata" pendengarnya. Berikut rangkumannya:

Pertama, berdasarkan riset dari psikolog John Sloboda, sebuah "alat" musik yang dikenal dengan appoggiatura --menggunakan nada yang menciptakan suara sedikit tak selaras dengan melodinya-- biasanya efektif mengeluarkan air mata pada pendengarnya. Martin Guhn, psikolog lainnya, menjelaskan kenapa hal itu bisa terjadi. "Ini (appoggiatura) menimbulkan ketegangan dalam diri pendengar. Saat nada kembali ke melodi yang ada, ketegangan itu reda, dan akan terasa lega," tulisnya.

Dengan demikian artinya, jika beberapa appoggiatura diletakkan di beberapa bagian, maka kita akan mendapatkan serangkaian "naik dan turun", yang pada akhirnya membuat otak kita cukup terpengaruh untuk mengeluarkan tangisan. Maka, masuk akal rasanya jika melihat bahwa Someone Like You memiliki serangkaian nada yang berfungsi layaknya appoggiatura. Plus, seperti dikatakan Dr Guhn, Adele mengeluarkan suara (vokal) dengan cara yang menciptakan lebih banyak lagi lingkaran "ketegangan" dan "kelegaan" itu.

Tapi, bukan hanya itu "senjata" di salah satu lagu terbaik Adele tersebut. Dr Guhn dan rekannya Marcel Zentner juga menemukan dalam riset mereka, bahwa musik yang menimbulkan perasaan merinding biasanya melibatkan "kejutan-kejutan dalam pola volume, timbre dan harmoninya". Dan jika diperhatikan, Someone Like You memang memiliki semua itu di sepanjang lagunya.

Menurut para psikolog, pola-pola yang tak terduga dalam karya musik itu menyebabkan sistem saraf simpatetik kita bekerja keras, dan tergantung konteksnya, otak kita lalu akan menerjemahkannya sebagai sebuah provokasi "senang" maupun "sedih". Lantaran lagunya Adele ini jelas-jelas memuat tema (cerita) yang menyedihkan, otak kita saat itu pun didominasi "kegelapan" (sedih) dan air mata segera mengalir.

Lantas, jika ia membuat kita sebegitu sedihnya, mengapa kita justru sangat menyukai lagu tersebut? Kemungkinannya adalah sama dengan alasan mengapa kita menyukai tangisan bahagia, yaitu: (lagu) itu memberi kita (pelepasan) rasa lega. Ilmuwan saraf, Robert Zatorre menemukan bahwa mendengarkan lagu-lagu yang penuh emosi dapat menyebabkan otak seseorang melepaskan (unsur) dopamine di pusat kesenangannya. Anda tahu, apa lagi yang bisa melakukan hal seperti itu? Seks, makanan enak, juga obat-obatan. Jadi, jelas ciri-cirinya bukan?

Berdasarkan temuan (penelitian) Dr Zatorre, seperti dimuat di Wall Street Journal, bahwa saat mendengarkan lagu yang penuh emosi, "Jumlah (aktivitas) merinding yang terlihat berhubungan dengan jumlah dopamine yang dilepaskan, bahkan ketika musiknya benar-benar sedih. Hasil ini memberi kesimpulan bahwa semakin banyak emosi yang diprovokasi sebuah lagu, baik itu yang membuat depresi atau menyenangkan, (maka) akan semakin sering kita ingin mendengarkannya."

Jadi, itulah kesimpulannya secara ilmiah. Adele dan lagu-lagunya, terutama Someone Like You, sepertinya termasuk semacam obat-obatan yang tak bisa kita tolak maupun hindari untuk dinikmati. Itulah kenapa seperti diucapkan dalam salah satu acara "Saturday Night Live", dia (Adele dan musiknya) cocok sekali (dipasangkan) dengan "hari-hari buruk" maupun "es krim".



I heard that you're settled down
That you found a girl and you're married now.
I heard that your dreams came true.
Guess she gave you things I didn't give to you.

Old friend, why are you so shy?
Ain't like you to hold back or hide from the light.

I hate to turn up out of the blue uninvited
But I couldn't stay away, I couldn't fight it.
I had hoped you'd see my face and that you'd be reminded
That for me it isn't over.

Never mind, I'll find someone like you
I wish nothing but the best for you too
Don't forget me, I beg
I remember you said,
Sometimes it lasts in love but sometimes it hurts instead,
Sometimes it lasts in love but sometimes it hurts instead
 

You know how the time flies
Only yesterday was the time of our lives
We were born and raised
In a summer haze
Bound by the surprise of our glory days

I hate to turn up out of the blue uninvited
But I couldn't stay away, I couldn't fight it.
I'd hoped you'd see my face and that you'd be reminded
That for me it isn't over.

Never mind, I'll find someone like you
I wish nothing but the best for you too
Don't forget me, I beg
I remember you said,
Sometimes it lasts in love but sometimes it hurts instead.

Nothing compares
No worries or cares
Regrets and mistakes
They are memories made.
Who would have known how bittersweet this would taste?

Never mind, I'll find someone like you
I wish nothing but the best for you
Don't forget me, I beg
I remember you said,
Sometimes it lasts in love but sometimes it hurts instead.

Never mind, I'll find someone like you
I wish nothing but the best for you too
Don't forget me, I beg
I remember you said,
Sometimes it lasts in love but sometimes it hurts instead,
Sometimes it lasts in love but sometimes it hurts instead.













via beritasatu.com

Read More
Written by tvelofas. Powered by Blogger.

© Je Suis Moi ♥♥, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena