Je Suis Moi ♥♥

For what i feel, what i see, what i hear, what i dream of, what i used to be, what i would be. Here i am. Just take a deep breath, then read!

Tuesday, May 12, 2015

24 is just not that hard.


I am officially 24. 2 years old, no more 17 or 18 or even 20. Sebenernya udah hampir sebulan sih ulang tahun nya. Tapi, ya gitu, sampai sekarang gue merasa biasa aja. Nothing special with this new age. Apa emang setiap orang yang bertambah tua itu akan semakin gak berasa ya cheerful nya? Bead kayak dulu pas 20, atau 22, dimana gue excited banget menyambut tanggal 14 April. Gue ngerasa keremajaan gue stop di angka 22, karena selebihnya gue merasa harus lebih serius dalam menyikapi hidup. Duh, mulai deh nih ngomongin topik yang serius. Haha.


Gue ngerasa umur 24 ini terlalu serius buat gue. Mungkin karena pengaruh akselerasi kehidupan. Iya, aksel pendidikan dahulu membuat gue harus mengalami aksel kehidupan secara gak langsung. Dimana gue mengalami percepatan pergaulan dan percepatan masalah hidup. Gimana ngga? Di usia gue yang harusnya baru masuk kuliah, gue justru sudah masuk di problematika karir (tsaaaah). Disaat orang sebaya gue punya peer-group yang seumuran, peer-group gue sudah berumur semua. Disaat orang-orang sebaya gue nge-mall di jam kerja setelah kuliah, gue berkutat di belakang meja ngerjain report kantor. Haha, life is that unpredictable ya!

Hal ini pun secara tidak langsung membawa pengaruh ke pola pikir gue. Bagaimana cara gue berpikir, bagaimana cara gue bertindak. Udah nggak bisa lagi seacuh dulu. Nah, pe-er nya sekarang adalah cari tahu akan seperti apa gue di 2015 ini. Satu tugas yang berat sih, menurut gue.


Read More

Thursday, January 22, 2015

That random chat..

One last question, how do you see me?     /    Why do you ask? /   Simple. I just ask. /     Hmm, you're smart, you have eagerness on books and curious. Some people may found you as the annoying one, you really straight to the point. You're stubborn, you know. That persistent yet tender one. You really keep your heart, like the box with fragiled sticker. You don't wanna get hurted.    /   Come one, no one will let theirselves get hurted, no?    /   Yeah, but you. You are relly into that circumspect. You always get ready for your mask, you don't use it tho. Why?    /    Do I? Do really I? It clearly appeared?      /       You couldn't hide it from me, dear. Come on..     /     Okay, I admit, I, we can't handle most of things that come and happen in our life. So the best way is avoiding. Make it longer, or just simply avoid.


Just avoid. You know, us, human are really the most flexible one. People come and go into our life, just count. How many? One? Two? Hundreds? Or maybe thousands. We meet the same but most different person everyday. So, how we handle it? How? With a beautiful hello, we're become friends. Getting into bestfriends. Don't you ever think that somebody outside there is crying right now looking the fresh-new-bestfriends? Don't ever think it?
And, when those bestfriends, those significant others go out from our life, how? How do we handle? Crying? Longing and longing? 

So, we could just simply prevent it.  
Read More

Wednesday, November 26, 2014

Izinkan saya menggerutu disini

Saya rasa setiap manusia dimuka bumi ini memiliki hak asasi yang paling hakiki untuk memilih cara hidupnya, baik itu dalam masalah cara menjalani hidup, memilih apa yang mau dimakan dan dimana harus tinggal, tipe pasangan, jalur karir, bahkan merk celana dalam sekalipun. Siapa yang sepakat dengan ini?

Tapi kok ya, masih aja ada orang yang turut campur mengomentari (baik itu memuji berleihan atau bahkan menyinyiri) pilihan tersebut. Saya disini tidak bermaksud untuk membatasi lingkup judgement seseorang akan sesuatu. Ya saya tau, berkomentar pun adalah hak, saya sepakat ini. Tapi mereka kadang berhak tahu apakah komentar mereka itu benar atau tidak, menyinggung atau tidak, menyudutkan, atau bahkan membuat citra buruk bagi khalayak lainnya.

Masing-masing orang beda, Vel. Mereka unta cara sendiri-sendiri untuk menyatakan opininya.
Ya, saya paham itu. Tetapi mereka harusnya bisa belajar lebih giat mengenai hal beropini. Mereka yang bijak akan memikirkan dulu masak-masak opini yang akan mereka ucapkan, karena ucapan adalah pertanggungjawaban.

Masih ingat kan pepatah "Mulutmu, Harimaumu!" ? Pepatah ini tidak akan pernah gagal. Maka bijaklah dalam berpendapat, bung!
Read More

Wednesday, October 15, 2014

Let us stargazing, more and more.

Hai.

Apa kabar?
Baik-baik saja kah?
Kalau iya, berarti kita sama.
Iya, aku juga baik-baik saja. Aku bahkan merasa lebih baik setelah pertemuan kita yang terakhir itu. Lebih dari sebulan kemarin. Eh, sudah sebulan ya? Hehe, tak terasa ya.
Kalau saja kamu tidak menyuruhku menemuimu, mungkin kita gak akan bisa menikmati birunya langit itu berdua. Mungkin kita tidak punya waktu untuk menyelami dalamnya laut itu berdua. Kita belum tentu punya kesempatan lagi untuk mendengar deburan ombak di tengah malam yang menggigit, hanya dengan beralaskan kantong tidur, beratapkan jutaan bintang di atas sana, sambil ditemani lantunan musik yang terputar secara random di headset kita, yang bahkan aku saja tak ingat apa lagu terputar. Tetapi aku ingat saat kamu membangunkan aku, yang tidur disampingmu, untuk bersama-sama kamu menikmati pendaran cahaya langit itu, sambil mencoba menerka kira-kira rasi bintang apa saja yang ada di atas sana. Dan tiba-tiba bintang itu jatuh. Iya, jatuh. Banyak orang menyebutnya 'milky way'. Kata mereka, ucapkanlah harapanmu saat kau melihat bintang jatuh, karena harapanmu akan terlaksana. Aku pun lakukan itu. Diam-diam aku memejamkan mata dan berucap dalam hati meminta agar kita bisa menikmati ini sekali lagi. Lalu aku melirik ke arahmu dan tersenyum. Tanyamu saat itu, "kenapa senyum senyum?".  "Gapapa", jawabku.

Jangan tanya aku pukul berapa saat itu, karena aku bahkan tidak ingat untuk melirik arlojiku. Kukira itu sekitar pukul 3 dini hari. 

Lalu, setelah stargazing itu, kita tertidur kembali. Dan kamu, lagi lagi kamu, membangunkanku pukul lima pagi. Katamu, "Yuk, kita lihat sunrise!". Tadi aku sudah bilang kan kalau kami tidur persis di pinggir pantai dengan hanga bermodalkan kantung tidur dan selimut? Sementara yang lain menikmati lelapnya di tenda sana. "Udah lah, lihat disini aja, depan mata langsung langit gini.", ujarku.  Tapi kamu membantahku. Baiklah, aku mengalah.

Sepuluh menit kemudian kamu dan aku sudah berasa di ujung pantai sana dan duduk berdua menghadap ufuk timur. 
Sejenak aku tersadar sedang apa sih kita disini. Ada apa antara kamu dan aku selama ini. Dan kenapa aku tiba-tiba mempertanyakan hal ini. 
 


 

 
Read More

Wednesday, April 16, 2014

Everyone keep questioning what life is while life keeps on turning

Life is all about ups and downs. Life is achiving something and losing other one. Life talks about how to forgive and forget. Life shows black and white, right and wrong, and any others two-different sides. And the question now is, is it always like that? I mean ALWAYS?


Is there any concepts about life?

English dictionary describes life like this :
the condition that distinguishes animals and plants from inorganic matter, including the capacity for growth, reproduction, functional activity, and continual change preceding death.

the existence of an individual human being or animal.



Well. It's a theory. So, practically, what's it?

I have been running my life for 23 years since i was born, not including the life when i was in my mommy's tummy. And, me myself, defines life like this ;


Condition that makes me feel everything, do anything, for free. But, the biggest issue is the qonsequency that i have to take by having it all.


I can say every word i like without any permission. I can do everything without paying something. I can have all the feelings. Sad, happy, confused, glad, thankful, sophisticated, even at the same time. And it is WOW! *too much*

Read More

Monday, April 07, 2014

Actually, we run the success by our own way

"Be generous and expert, trustworthy and clear, open-minded and adaptable, persistent and present."

To keep this sentence in the front of my mind, I look for specific tips that support these qualities. Here are some of my favorites:

1. Day after day, be a little bit kinder and a tad wiser than you were the day before.

2. Both for your company and your family, be better at saving money than you are at spending it.

3. Contrary to how some misinterpret what Jim Collins says, it is a better strategy to be consistently good than occasionally great.

4. Read more. Nothing else will so quickly make you wiser.

5. The more interconnected our world becomes, the more important your reputation will be. Always do the right thing, even when you think no one is watching.

6. Never forget that most people will do what you pay them to do, not what you tell them to do.

7. It is okay to be more generous than other people, just as it is okay to feel better about yourself than you used to feel.

8. Most of the answers you need already exist in someone else’s head; find those people.

9. The greatest challenge each day is to regulate your ego; too little of it, and you waste your potential, but too much of it and you waste everyone else’s potential.

10. Sometimes technology is going to hurt you, and other times it is going to help you. Be sure you are fully aware which is most likely at the present moment.

11. Give away the things you no longer need; it will help others, and free yourself from distractions

12. Just because you dislike someone does not mean s/he is wrong.

13. Be careful of your thoughts, for your thoughts become your words; be careful of your words, for your words become your deeds. (anonymous poem)

14. Never ask a favor of anyone unless you have helped them at least three times already.

15. Don’t just count your blessings; use them to help others.

16. The secret of success in every profession and endeavor is to stay healthy.

17. Take a simple idea and take it seriously. (Charles T. Munger)

18. If you expend a great deal of energy just to stay in the same place, you will never advance.

19. The people who don’t think are the ones who never listen. (from the book 1Q84)

20. You don’t need more money; you need more meaning.

Read More

Thursday, October 17, 2013

Iya, belum terlambat kok!

Kadang memang penyesalan bisa datang di awal, tapi berapa banyak sih yang bisa sebut itu sesal? Bisa jadi itu namanya antisipasi. Tapi, kalau namanya belum terlambat itu bisa dikategorikan menyesal atau antisipasi?

Saya pribadi jujur merasa, meskipun sudah tahu ini memang belum terlambat, rasa dalam hati udah timbul sesal. Kayak ada yang bilang kalau you already lose something though it still has second chance. Emang belum terlambat sih, tapi kenapa malah bikin takut melangkah ya? Gak seberani ketika taking the first step. Secupu itu kah saya? Terlebih, saya orangnya gampang banget kecewa sama diri sendiri kalau ada suatu hal yang gak beres, meskipun gak semuanya kesalahan saya. Kadang, saya ngerasa the more i know something, the more i feel me meanless. Makin banyak tahu, makin ngerasa gak berarti karena gak bisa ngerjain semua, gak bisa ngapa-ngapain. Itu jeleknya saya, semuanya pengen dikerjain sendiri. Cukup sadar sih karena masih banyak yang sebenernya bisa diandalkan, tapi ya itu tadi, saya orangnya perfeksionis. Bukan nganggep kalau hal itu dikerjain orang lain lantas hasilnya gak bagus, tapi lebih ke kepuasan pribadi aja kalau saya yang ngerjain. Balik lagi, semua itu kadang gak sesuai sama implementasi. Nyatanya di lapangan saya tetap herkoordinasi dengan orang lain, memahami kalau ngga semua bisa dikerjain sendiri. Untungnya, saya bukan orang yang sulit berkomunikasi atau bekerja sama dengan yang lain.

Gitu juga sama hati. Segala hal pribadi atau jenis cerita yang umumnya jadi bahan cecurhatan, gak bisa segampang itu saya curhatin ke orang. Saya terbiasa menyimpan masalah saya sendiri. Bukan berarti memendam ya, ini lebih ke keeping my personal life sih. Segala jenis masalah pribadi saya, saya simpen sendiri, saya analisis sendiri, saya cari solusi sendiri, saya jalanin sendiri. Kok bisa?
Iya, karena saya memang sebenernya bukan tipe pencerita. Itu satu. Kedua, karena saya juga banyak menemukan cara yang mengatasi masalah saya dari mendengarkan cerita orang lain. Saya terbiasa jadi 'tempat sampah'. Nah, dari setiap 'sampah' yang orang ceritain ke saya, entah itu hanya ingin didengarkan, ataupun dicarikan solusi, dua-duanya bikin saya mikir, sehingga saya jadi tahu keberagaman masalah dalam hidup. Keterbiasaan ini dulu bikin saya mau masuk fakultas psikologi. I am interest with people and environment.

Karena jarang curhat, beberapa orang menilai saya introvert, bahkan kedua orang tua saya pun begitu. Kadang orang berkomentar kalau saya sukses memberikan mereka solusi tapi kenapa justru saya gak sukses memecahkan masalah saya sendiri. Itu opini mereka kebanyakan, ya karena itu tadi, saya dibilang introvert. Tapi, ke sebagian orang, saya orangnya terbuka kok. Oh iya, satu lagi, saya orangnya sangat senang ngobrol. Ah, bahaya!

Saya dulu terbiasa curhat di buku harian. Manual banget deh pokoknya. Rajin banget tiap malem nulis di diari tentang apapun, bisa dibilang saya ya 'muntah'nya ke diari, bukan ke orang. Tapi yang saya heran, justru kecanggihan teknologi ini (serta kesibukan yang tiada tara ini) malah bikin saya malas. Hm, tepatnya bukan malas sih, lebih ke apa yah? Bingung. Harusnya, connecting to the internet tiap hari bikin saya rajin curhat, tapi kok ini engga. Aneh! Gara-gara ini, kadang saya ngerasa saya kehilangan tempat curhat. Kadang juga ngerasa saya terlalu sibuk, sampai-sampai ketika punya waktu luang pun bukannya nulis, malah memilih untuk tidur. Salah fokus emang!

Ngomong-ngomong fokus, si orang itu (iya, orang itu, jangan disebutin namanya disini, malu!) ngingetin saya untuk lebih terbuka (ke dia), bilang kalau ada apa-apa sebaiknya cerita ke dia. Ih, apa banget ya? Thinking that you have to know all 'bout my doubts gitu? Hihihii. Saya malah jadi ge er digituin, itu artinya dia perhatian ke saya, pikir saya. Hm, tuh kan salah fokus lagi!

Ah, otak saya emang kemana-mana banget sih. Kalau lagi blogwalking-an, saya ngerasa saya i am less while others more. Hahahaha, pesimis banget gak sih!

Iya, emang lagi pesimis, sepesimis itu. Balik lagi ke awal, hehehe. Dari sekian banyak kata diatas ini, itu cuma prolog. Intinya, saya lagi pesimis, down, whatever you name it! Hehehe. Menghindari kata galau, saya pilih pesimis.

Sambil nulis ini, mp3 player yang saya setel random, muterin lagu-lagu ini :
1. Belum Terlambat - Padi
2. This Ain't A Love Song - Bon Jovi
3. Benci Untuk Mencinta - Naif
4. Never Is A Long Time - Roxette Feat. Scorpions

Terus saya komen dalam hati: damn it, pas banget! *sighing*

Read More
Written by tvelofas. Powered by Blogger.

© Je Suis Moi ♥♥, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena